Piala Presiden 2018, Imam Arief Fadillah Siap Tunjukan Kemampuan Terbaiknya

TERBANG: Imam Arif Fadillah mencoba menepis bola yang mengarah ke gawangnya dalam sesi latihan beberapa waktu lalu. INSTAGRAM

TERBANG: Imam Arif Fadillah mencoba menepis bola yang mengarah ke gawangnya dalam sesi latihan beberapa waktu lalu. INSTAGRAM

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Imam Arief Fadillah menjadi pemain yang harus rela menjalani satu musim bersama Persib Bandung tanpa sekalipun dimainkan. Padahal, sebelum bergabung ke Persib, Imam merupakan kiper andalan Barito Putera.

Bersama ‘Maung Bandung’, karirnya justru tenggelam saat mengarungi Liga 1 2017 lalu. Ia lebih banyak duduk di bangku pemain cadangan untuk menyaksikan rekan-rekannya berlaga.

Ia juga cukup sering hanya duduk di kursi penonton. Imam menjadi kiper ketiga di bawah bayang-bayang I Made Wirawan dan M Natshir. Di musim depan, saingannya justru bertambah setelah Aqil Savik dipromosikan ke tim senior.

Aqil sendiri merupakan pemain didikan Akademi Persib dan sempat menjadi pemain Tim Nasional U-19. Artinya, Imam kini harus bersaing dengan tiga kiper Persib lainnya untuk merebut posisi inti. Ia pun tidak berkecil hati harus menghadapi persaingan ekstra ketat tersebut.

Imam sendiri tidak menganggap tiga kiper lain sebagai saingan. Sebab, ia bersama tiga kiper dan pemain lain harus bahu-membahu demi Persib.

“Saya tidak pernah menganggap saingan karena semua punya kelebihan masing-masing, jadi enjoy aja. Jangan merasa bersaing karena akan ada perpecahan di sana,” ujar Imam.

Adanya Piala Presiden 2018 yang akan diikuti Persib pun menjadi tantangan tersendiri bagi pria asal Tasikmalaya tersebut. Ia bertekad memperlihatkan kemampuan terbaiknya selama latihan agar mendapat kepercayaan bermain di turnamen pramusim itu.

Demi mendapat kepercayaan sang pelatih, Imam juga mencoba menjaga fisik dan meningkatkan kemampuannya. Ia bahkan sering menambah porsi latihan sendiri.

“Tapi, siapapun yang turun, itu pilihan terbaik yang dipilih pelatih. Semua kiper pasti siap tampil maksimal. Semua 100 persen tergantung pelatih. Kami sebagai pemain hanya bekerja keras saja (agar mendapat kepercayaan bermain),” jelas Imam.

(RBD/pra/pojokjabar)


loading...

Feeds