Achmad Jufriyanto: Obat Terbaik Persib Adalah Bangkit

Achmad Jufriyanto persib bandung

Achmad Jufriyanto persib bandung

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Persib menutup musim buruk di Liga 1 2017 pasca juara sebelumnya (2014). Dari 34 penampilan mereka mendera 11 kekalahan, 14 hasil imbang, dan 9 kemenangan merupakan persentase kemenangan terburuk di semua liga, sejak 1994/95.

Bahkan segalanya terasa benarbenar antiklimaks dan menyedihkan. Laga penutup kompetisi, mereka dibungkam tim tamu Perseru Serui 0-2 di Si Jalak Harupat, Kab. Bandung. Adalah pertama kalinya menelan kekalahan di kandang dalam waktu normal setelah sebelumnya terjadi di partai terakhir liga 2013 oleh Persiram 1-2.

Kapten Persib Achmad Jufriyanto mengatakan musim ini menjadi musim yang sulit bagi timnya. Maung Bandung berada dalam situasi terjepit hingga terpuruk finish di posisi 13 klasemen.

“Draw, menang, kalah, draw, draw, draw lagi dan lagi. Sulit, terjepit dan akhirnya terpuruk hingga jadi musim yang terburuk. Tapi percayalah kita sudah keluarkan yang terbaik,” kutip Jupe dalam cuitannya di akun media sosial miliknya.

Situasi musim ini membuatnya belajar, bagaimana merasakan sukses dan bagaimana merasakan terpuruk dan gagal di sebuah tim yang sama. Hingga tidak ada yang patut merasa paling kecewa dan tak perlu mencari kambing hitam dari kegagalan ini.

“Pujian adalah racun dan cacian pun jadi salah satu cara mencintai tim ini. Sukses dengan proses akan lebih indah, nikmati prosesnya, juara sudah, terpuruk sudah, bahagia bersama-sama, hingga kita tidak berhak merasa paling kecewa. Jika di awal musim kita semua sepakat dengan ‘golden era’ kenapa kita mesti cari siapa yang salah. Semua salah, itu lebih baik,” imbuhnya.

Sebagai pemain ia menghaturkan maaf, mengevaluasi dan mengambil hikmah dari kegagalan musim ini untuk bangkit di musim selanjutnya.

“Maaf atas semua hasil buruk ini. Kita bisa dan kita pernah, saat kita di bawah cuma ada satu pilihan, ke atas,” serunya.

(RBD/pra/pojokjabar)


loading...

Feeds