Main Biasa Saja, Persib Gilas PBR

Berita Terkini Persib

Makan Konate.

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persib Bandung sukses menang besar 3-0 atas Pelita Bandung Raya (PBR) dalam derby Bandung Indonesia Super League (ISL) atau QNB League, Selasa (7/4/2015). Dua kali main dengan dua kemenangan dan poin 6 si Maung Bandung ini pun berada di puncak klasemen.

Permainan biasa saja terlihat di babak pertama. Persib terlihat tidak mengotot. Maung Bandung baru benar-benar semangat pada paruh kedua.

Baru dua menit main pada babak kedua, Atep sempurna memasukan bola ke gawang PBR setelah menerima umpan asyik dari M Ridwan. Persib unggul 1-0, meski sebelumnya diprotes pemain lawan karema bola dinilai keluar dari lapangan saat Ridwan melewati pemain PBR.

PBR lantas meningkatkan tempo serangan. Sejumlah peluang didapatkan tim asuhan Dejan Antonic. Namun baik upaya dari Kim Kurniawan maupun Boban Nikolic masih jauh dari target.

Peluang terbaik didapat pada menit ke-68 lewat tendangan salto Yongki Aribowo yang mengarah ke pojok bawah gawang. Namun, I Made Wirawan beraksi dengan baik menghalau bola.

PBR kebobolan lagi saat meningkatkan serangan. Pada menit ke-78, kepala Makan Konate sukses menyudul bola dari sepak pojok Dedi Kusnandar. Skor 2-0 untuk Persib.

Tujuh menit jelang bubar, Persib kembali membuat gol. Romanovs sebenarnya terliha mengantisipasi tendangan mendatar Muhammad Taufiq, bola pun masuk dengan mudah. Skor pun berubah menjadi 3-0 untuk kemenangan Persib hingga babak berakhir.

Persib kehilangan kiper I Made Wirawan jelang laga usai. Kiper timnas itu tidak bisa melanjutkan pertandingan usai bertabrakan dengan Nova Arianto.

Persib akhirnya menempatkan Vladimir Vudjovic sebagai kiper mereka. Tapi skor 3-0 bertahan sampai bubaran

Usai laga, Pelatih PBR, Dejan Antonic mengatakan pada babak pertama anak asuhnya dapat mengimbangi permainan Persib Bandung, itu terbukti dengan penguasaan bola yang dilakukan oleh tim berjuluk Boys are Back tersebut.

Namun saat terjadi gol yang dicetak Atep pada awal babak kedua, membuat mental anak asuhnya hancur berkeping-keping. Menurutnya, bola yang dibawa M Ridwan saat itu sudah keluar dari garis lapangan.

“Off course saya kecewa karena kalah 3-0. Dari 3 gol, aku pikir paling penting itu gol pertama. Saya bicara kepada pemain bola keluar jauh dan dari situasi pemain semua down kalau dapat gol seperti itu,” katanya saat ditemui seusai pertandinan.

(kan/ps)

Feeds