Jayalah Persibku, Dirigen Suporter Termuda Persib

Berita Terkini Persib

Jayalah Persibku menjadi dirijen di antara ribuan bobotoh pada final Indonesia Super League (ISL) 2014 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, 7 November lalu. | Foto: Boy Slamet/JP)

POJOKSATU.id – Usianya baru 10 tahun. Namanya pun nyeleneh. Ada doa yang berkaitan dengan sepak bola yang tersirat di dalamnya. Dialah Jayalah Persibku, dirigen suporter termuda di Indonesia.

PANAS terik Jumat siang (9/1) lalu tidak menyurutkan semangat ratusan Bobotoh yang menyambut kedatangan tim Persib Bandung setelah menjuarai Piala Wali Kota Padang. Raungan sirene dan klakson memekakkan telinga. Yel-yel dukungan terhadap Persib menambah meriah sepanjang perjalanan dari Bandara Husein Sastranegara menuju mes Persib di Jalan Sidolig.

Menariknya, rombongan konvoi bus pemain dan suporter itu dipimpin seorang anak kecil yang duduk manis di atas mobil tua Jeep Willys. Sesekali dia berteriak mengomando orang-orang di belakangnya. Meski masih bocah, perintahnya diikuti ratusan Bobotoh.

Ya, dialah Jayalah Persibku. Dia adalah anak sulung almarhum Panglima Viking Persib Club Ayi ’’Beutik’’ Suparman yang meninggal Agustus lalu.

Saat diwawancarai Jawa Pos diBandung kemarin, Jaya mengungkapkan, dirinya sangat tertarik menggantikan Sang Panglima memimpin Viking. ’’Kalau tertarik, ya tertarik. Saya ingin buat Viking lebih dewasa,’’ ucapnya polos.

Siswa kelas 5 SD Nilem itu menuturkan, memiliki nama yang cukup aneh membuat dirinya terkenal di sekolah. Terlebih statusnya sebagai putra almarhum Ayi Beutik yang juga populer di Bandung. ’’Sesekolah pada kenal saya, pada salut,’’ katanya.

Keterikatan Jaya dengan Persib tidak sebatas nama. Sejak masih dalam kandungan, Jaya memang dikenalkan dengan klub kebanggaan warga Jawa Barat itu. Beutik sering mengajak Jaya hadir di Stadion Siliwangi. ’’Dari orok (bayi, Red) sering dibawa nonton Persib. Kalau ditanya kenapa suka Persib, ya jawabnya bingung,’’ ungkapnya.

Jiwa kepemimpinan Jaya terlihat pada final ISL 2014 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang. Ketika suasana hening menjelang adu penalti Persib melawan Persipura, Jaya mengangkat megafon dan mengomando ribuan Bobotoh di tribun.

Dia mengubah lagam nyanyian acara televisi Si Bolang menjadi yel-yel dukungan untuk Persib. Semua orang terdiam dan bergidik. Sejurus kemudian, para Bobotoh mengikuti instruksi bocah 10 tahun tersebut.

Momen itulah yang selalu diingat Bobotoh tentang Jaya. ’’Dia memang mirip bapaknya. Biarin saja dia bebas milih ingin jadi seperti bapaknya atau punya jalan cerita yang beda,’’ kata Ketua Viking Heru Joko.

Banyak orang yang berharap Jaya bisa menggantikan Sang Panglima mengomandani Viking yang biasanya duduk di tribun timur. Artinya, Jaya menjadi dirigen suporter termuda di Indonesia.

Meski begitu, sang bunda, Mia Dasmawati, menyatakan risi atas keinginan Bobotoh itu. Dia merasa anaknya terlalu dieksploitasi dan dibesar-besarkan. Menurut dia, sampai kapan pun, tidak akan ada yang bisa menggantikan sosok Ayi Beutik di Viking, termasuk Jaya.

’’Sebenarnya momen itu kan datang cuma pas di Palembang. Kalau ditanya apakah Jaya bakal mimpin Viking, saya kira enggak. Kasihan lah, dia masih anak kecil. Masak harus ikut-ikutan buka baju di tribun? Kalau sakit, emang mereka mau peduli gitu? Yang repot ya tetap orang tua,’’ tegasnya.

Mia mengakui, Jaya memang menggemari Persib. Namun, kegilaan si anak terhadap sepak bola tidak seperti ayahnya. Saat ini, Jaya gemar-gemarnya bermain motocross. Dia sering menggeber motor merek KTM 65 di berbagai ajang lomba. ’’Sebelum almarhum suami saya meninggal, dia nitip kepada saya untuk membiarkan Jaya dengan hobi motocross itu,’’ jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, Mia rela jika nanti Jaya memilih jalan seperti sang ayah. ’’Biarkan anak itu milih jalan sendiri,’’ ujarnya.

Selain Jayalah Persibku, Ayi Beutik mempunyai putri yang bernama unik. Yakni, Usab Perning, 8. Nama itu adalah bahasa prokem Garut yang berarti ’’Persib’’.

(Aqwam F. Hanifan/c5/ca)

Feeds