Pasar Kurban di Karawang Masih Sepi Pembeli

Ilustrasi Hewan Kurban

Ilustrasi Hewan Kurban

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Sejumlah pedagang hewan kurban mengaku siap mengantisipasi membeludaknya permintaan hewan kurban tahun ini. Meski diakuinya tidak sedikit juga masyarakat yang sudah tanya-tanya soal harga hewan kurban.

Seperti diakui Edi (46) pedagang asal Desa Sarijaya, Kecamatan Majalaya yang sudah biasa melakukan transaksi jual beli hewan ternak disamping irigasi Tarum Tengah di Jalan Veteran, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang timur.

“Alhamdulillah setiap tahun kita jual beli disini. Saat ini kita sudah siapkan 45 domba ukuran kecil dan sedang,” ujarnya kepada Radar Karawang (Pojoksatu.id Grup), Rabu (08/08/18).

Kata Edi, saat ini harga domba paling minim itu ukuran kecil dipasarkan Rp 2,5 juta dan untuk ukuran besar mencapai 5 juta.

Dibandingkan tahun sebelumnya, kata Edi pihaknya tidak menampik dengan adanya kenaikan harga yang awalnya ukuran paling kecil itu yang hanya mencapai kurang dari Rp 2,5 juta, akan tetap saat ini akibat perawatan hewan ternak yang cukup menyulitkan para peternak mengharuskan harga lebih tinggi.

“Saat ini perubahan harga sedikit naik, penyebabnya biaya buat makan hewan juga tinggi,” ujarnya.

Sebab lanjut Edi mengatakan musim kemarau ini untuk pakan hewan ternak cukup panjang dan saat ini untuk diwilayah perkotaan Karawang mengaharuskan para penjual hewan kurban menaikan harga yang sudah dinilai wajar.

“Kita susah mencari rumputnya maklum bukan pada musim hujan makanya harganya pun agak mahal,” terangnya.

Dengan belum adanya pembeli yang datang kepadanya saat ini, disampaikan Edi, pihaknya tidak menampik jika ramainya transaksi tiga hari sebelum peringatan hari raya kurban.

“Alhamdulillah setiap tahun 100 domba tidak kurang yang dibeli masyarakat kota Karawang,” ujarnya.

Namun sebagai pedagang Edi juga mengingatkan jika masyarakat harus bisa memilah domba yang akan dikurbankan saat peringatan penting nanti, sebab ada juga pedagang maupun pembeli akibat kurang berhati-hati dalam memilah itu selalu tergesa-gesa.

“Hewan kurban itu harus sehat, cara membedakannya antara hewan sehat dan tidak itu jika hewan kurang agresif dan tidak mau makan saat diberi makan tandanya tidak sehat,” papar.

(RK/apk/pojokjabar)


loading...

Feeds