Cikampek Pusaka Gelar Turnamen Sepak Bola

SIAP BERTANDING : Dua tim yang siap bertanding foto bersama terlebih dahulu dengan Kepala Desa Cikampek Pusaka Pendi Supendi dan panitia. Fauzi/Radar Karawang

SIAP BERTANDING : Dua tim yang siap bertanding foto bersama terlebih dahulu dengan Kepala Desa Cikampek Pusaka Pendi Supendi dan panitia. Fauzi/Radar Karawang

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Dalam rangka meningkatkan tali silaturahmi dan memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia. Pemerintahan Desa Cikampek Pusaka menggelar turnamen sepak bola antar RW.

”Ini kegiatan rutin tahunan setiap menjelang HUT RI,” ujar Kepala Desa Cikampek Pusaka, Pendi Supendi, kepada Radar Karawang (Pojoksatu.id Grup), Kamis (02/08/18).

Ia menyampaikan, untuk meramaikan pelaksanaan turnamen sepak bola antar RW itu, bahkan dirinya juga ikut bermain. Hal itu menunjukan adanya semangat atau dukungan langsung dari kades terhadap kegiatan warga.

”Kalo saya mainnya gak lama, tapi warga seneng, karena kades ikut turun langsung,” tambahnya.

Untuk jumlah tim yang bertanding dalam turnamen tersebut, ada 8 tim, dibagi kedalam dua grup dan nanti yang menjadi juara gurp dan runer up akan melaju ke babak selanjutnya.

”Jadi nanti ada empat tim yang melaju ke babak selanjutnya, itu sudah semi final tinggal yang menang nanti masuk final,” terangnya.

Dengan adanya turnamen, tersebut ia berharap keakraban sesama warga bisa terjalin. Jangan sampai ada perpecahan apalagi keributan. ”Yang paling penting silaturahminya, kebersamaannya, menang kalah gak masalah dan bukan yang utama,” katanya.

Untuk pemainnya sendiri, tambah Pendi, bukan hanya anak-anak muda, termasuk orang tua atau yang biasa disebut dengan remako. Itu menunjukan bahwa, kemenangan bukan menjadi tujuan, tapi kebersamaan adalah yang utama. ”Ada tim remakonya juga, lumayan cukup ramai lah. Kalo tahun lalu ibu-ibu maen bola,” ujarnya.

Masih dikatakan Pendi, sebenarnya memiliki keinginan untuk bisa menggelar secara open. Namun, dikhawatirkan terjadi keributan, karena beberapa turnamen open sering keributan baik antar pendukung maupun pemain.

”Kalo digelar open, pengamanannya harus ekstra. Kami nggak mau yang tujuannya untuk mengisi peringatan kemerdekaan malah dicoreng dengan keributan,” ujarnya.

(RK/zie/pojokjabar)


loading...

Feeds