Air Bendungan Barugbug Karawang Tecemar Lagi

HITAM : Irigasi Situdam yang bersumber dari saluran sungai Cilamaya dan Ciherang terlihat hitam pekat. Penyebab dari berubahnya warna tersebut pencemaran yang bersumber dari perusahaan yang ada di Subang dan Purwakarta.

HITAM : Irigasi Situdam yang bersumber dari saluran sungai Cilamaya dan Ciherang terlihat hitam pekat. Penyebab dari berubahnya warna tersebut pencemaran yang bersumber dari perusahaan yang ada di Subang dan Purwakarta.

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Seperti biasa, memasuki musim kemarau, air Bendungan Barugbug yang bersumber dari sungai Cilamaya dan Ciherang kembali berwarna hitam pekat. Hal itu dikarenakan adanya limbah yang dibuang ke dua sungai tersebut.

”Seperti biasa, kalau musim kemarau, airnya kembali hitam. Karena air limbahnya kelihatan,” ujar Iwan Kurniawan, Kepala Desa Situdam, kepada Radar Karawang di balai desa, Selasa (10/7).

Dia menyampaikan, meski dirinya dan warga selalu protes persoalan pencemaran air irigasi yang melintasi desanya. Namun hingga saat ini belum pernah ada penyelesaian. ”Sudak capek pak, harusnya gimana biar tidak ada lagi pencemaran,” ujarnya.

Agun, aktivis lingkungan yang tergabung dalam Lembaga Komunikasi Pemuda Jatisari (LKPJ) menyampaikan, persoalan pencemaran tersebut akan didorong oleh para aktivis lingkungan yang bukan hanya ada di Jatisari, melainkan akan melibatkan semua aktivis lingkungan yang ada di Karawang.

”Kami akan minta bantuan aktivis lingkungan lainnya, terutama yang ada di Karawang selatan,” ujarnya.

Karena, tambah Agun, jika tidak didorong oleh masyarakat, dia sendiri mengaku sudah hilang kepercayaannya kepada pemerintah bahkan termasuk para penegak hukum terkait persoalan limbah tersebut.

”Sudah sering melaporkan ke berbagai pihak, ke dinas dan lain sebagainya. Tapi nggak beres-beres,” ujarnya.

Keseriusan yang dilakukan oleh aktivis lingkungan yang akan digalangnya itu akan menjadi kekuatan besar untuk memberantas oknum yang diduga ikut bermain di belakangnya.

”Kami akan tuntaskan. Apalagi DLHK juga pernah menyampaikan. Citarum Harum itu bukan hanya di sungai Citarum, termasuk sungai lain yang ada di Jawa Barat,” pungkasnya.

(RBD/zie/pojokjabar)


loading...

Feeds