Hadapi MEA, Ketua PKM Ini Malah Ungkap Cara Tingkatkan Ekonomi Kreatif

Sejumlah santri di ponpes belajar desain kaligrafi

Sejumlah santri di ponpes belajar desain kaligrafi

POJOKJABAR.com, INDRAMAYU– Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) membuat lintas perdagangan dan jasa terampil di Asean terbuka. Dampaknya terhadap ketatnya persaingan standar kompetensi bagi mereka yang bergerak di sektor industri kreatif. Menurut Ketua Pengabdidan pada Masyarakat (PKM) bahwa pesan ini pernah ditegaskan Presiden Joko Widodo.

Hadapi MEA, Tukang Bangunan di Kota Cimahi Disertifikasi

“Menghadapi MEA Indonesia butuhkan 5,8 juta pengusaha muda baru yang berjiwa enterpreneurship dan kewirausahaan. Jika ingin memenangkan kompetisi di era pasar tunggal Masyarakat Ekonomi Asean. Untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki jiwa enterpreneurship dan kewirausahaan, harus dipupuk sejak dini,” katanya.

Kelak, lanjutnya, akan melahirkan individu yang berpikir kreatif dan inovatif. Segala isu inovatif, kreatif, enterpreneurship, dan kewirausahaan tidak akan sejalan bila tidak diimbangi upaya keberlangsungan menjalankan industri kreatif. Bahkan, Kepekaan terhadap potensi di daerah sekitar, mengekplorasi kekuatan local heritage atau nilai karifan lokal di suatu wilayah, dan mewujudkannya menjadi sebuah potensi industri produk kreatif agar dapat dieksplore secara maksimal.

“Fenomena mengangkat budaya lokal ke ranah publik harus lebih luas digagas dan menjadi materi dalam sektor industri. Gagasan dirangkum menjadi kegiatan Pengabdidan pada Masyarakat (PKM)K yang dilaksanakan tim Dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Paramadina,” tambahnya.

Ayu menjelaskan, pendampingan dan pelatihan pada dua mitra sekaligus, yakni siswa di pondok Pesantern Cadang Pinggan Indramayu dan Iqro Collection, yakni unit usaha mandiri yang bergerak pada bidang konveksi kaos. Kedua mitra dibentuk agar terjadi sinergi yang berkelanjutan untuk menghadirkan cinderamata berupa kaos.

Tiga Kadis Pemkot Bekasi Datangi Badan Ekonomi Kreatif, Ini Hasilnya

PeWhatsApp Image 2018-05-15 at 3.07.16 PM

 

“Temanya spesifik dan mengandung nilai orinsinalitas pada desain yang akan diterapkan, yakni mengangkat tema kaligrafi dan mengkombinasikannya dalam beragam objek kearifan lokal dari wilayah Indramayu,” jelasnya.

Fokus pada kegiatan pelatihan ini, tambahnya, siswa dan santri di Pondok Pesantren Cadangpinggan, di Desa Gedangan, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pimpinan Buya Kiai Abdul Sayakur Yasin. Program yang akan diberikan dengan memberi Paket Pelatihan desain bertema kaligrafi dengan basis kearifan lokal sebagai pembekalan dan latihan kewirausahaan yang memanfaatkan potensi siswa dan santri di Pondok Pesantren.

Disdagin Kota Depok Gandeng AIKD Majukan Ekonomi Kreatif

“Harapannya dapat lahir karya kaligrafi yang terwujud dalam aneka objek yang bernilai ekonomi, seperti merchandise (tumbler, mug, kaos, tas, jaket dan lainnya) hingga benda fungsional seperti lampu, tempat tissue, sajadah dan benda estetis lainnya,” tambahnya.

Pengajaran desain tema kaligrafi ini berbeda dengan latihan menulis kaligrafi. Konten pada ilmu desain lebih menekankan pada aspek membuat tampilan visual atau mengkomposisi desain kaligrafi dengan elemen ornamen ciri khas daerah setempat.

WhatsApp Image 2018-05-15 at 3.07.14 PMSejumlah santri di ponpes belajar desain kaliSejumlah santri di ponpes belajar desain kaligrafiSejumlah santri di ponpes belajar desain kaligrafiSejumlah santri di ponpes belajar desain kaligrafiSejumlah santri di ponpes belajar desain kaligrafiSejumlah santri di ponpes belajar desain

“Akhirnya dicapai komposisi menarik antara desain kaligrafi, dan memiliki konten nilai kearifan budaya lokal setempat. Karya desain yang dihasilkan diimplementasi pada kaos yang akan dijadikan sebagai salah satu cinderamata khas dari wilayah ini, dengan memberikan nilai keunikan, yakni adanya sentuhan kaligrafi dalam desain tersebut,” pungkasnya.

(mar/pojokjabar)

 


loading...

Feeds