Diiming-imingi Layangan, 4 Bocah di Karawang Dicabuli Pemuda

BAJU KORBAN: Kanit Perlindungan Anak dan Perempuan Polres Karawang Ipda Herwit Yuanita (kiri) dan Kapolres Karawang AKBP Hendy F menunjukan barang bukti. ASEP KURNIA/RADAR KARAWANG

BAJU KORBAN: Kanit Perlindungan Anak dan Perempuan Polres Karawang Ipda Herwit Yuanita (kiri) dan Kapolres Karawang AKBP Hendy F menunjukan barang bukti. ASEP KURNIA/RADAR KARAWANG

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Sungguh bejat kelakuan HB (20), warga Dusun Udug-udug RT 09 RW 004, Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel. Predator seks itu mencabuli empat anak berusia 6 tahun. Kejadian itu berlangsung dari awal Januari hingga 14 Februari 2018.

Kanit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polres Karawang Ipda Herwit Yuanita menyampaikan, peristiwa itu terbongkar setelah ayah korban mendengar pengakuan anaknya, jika dia pernah dicabuli oleh HB.

Setelah mendengar kabar buruk itu, sang ayah menggali keterangan dan akhirnya diketahui jika anaknya pernah dicabuli dua kali.

”Korban datang ke rumah pelaku, karena adiknya seumuran dengan korban,” ungkap Herwit, Kamis (22/2/18). Saat korban di rumah pelaku, kata Herwit, ternyata teman yang ingin ditemuinya tidak ada. Rumahnya sepi, hanya ada HB. Tiba-tiba saja pelaku menarik korban ke kamarnya.

”Korban diperosoti celananya dan disodomi. Kemudian dia teriak, datanglah si Ia yang juga berusia anak-anak,” ujarnya.

Ia yang awalnya mengintip dari jendela dan berusaha menolong korban, ternyata malah menjadi mangsa kedua HB. Saat Ia ditarik ke kamar oleh korban, PP yang lepas dari genggaman pelaku langsung melarikan diri.

”Korban pertama nangis sambil kabur, lalu orangtuanya tahu jika anaknya menjadi korban sodomi,” tuturnya.

Herwit melanjutkan, pelaku mengiming-imingi korban dengan layang-layang. Syaratnya jangan menceritakan peristiwa itu kepada orangtua. ”Tapi korban tetap berontak sambil nangis dan teriak minta tolong,” ujarnya.


loading...

Feeds