Bahasa dan Sastra Cirebon Akan Dimassifkan di Sekolah-sekolah, Pemkot Siapkan…

Dinas Pendidikan Kota Cirebon

Dinas Pendidikan Kota Cirebon

 

POJOKJABAR.com, CIREBON – Untuk meningkatkan kualitas dan pelestarian budaya pada muatan lokal (Mulok) para siswa di tingkatan pendidikan, Pemerintah Kota Cirebon berencana mengembangkan pelajaran Bahasa dan Sastra Cirebon.

Pemerintah setempat, melalui Sekertaris Dinas Pendidikan (Disdik), Addin Imanuddin Nur, menjelaskan bahwa sejak tahun 80-an Pemerintah Jawa Barat dan Disdik Kota Cirebon berusaha melestarikan dan mengembangkan bahasa lokal.

“Pemerintah Jawa Barat sejak tahun 80-an bersama Disdik Kota Cirebon berkomitmen terus berusaha melestarikan bahasa daerah. Disdik menerapkan pelajaran mulok bagi SD, SMP, dan SMA. Modul yang diajarkan pun bukan hanya bahasa dan sastra, melainkan kajian sejarah, seni dan budaya Cirebon,” jelas Addin, Sekertaris Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Jum’at (10/11/2017).

Dikatakan Addin, seiring berjalannya waktu penyusunan modul dan buku-buku bahasa dan sastra Cirebon tersebut terus dikembangkan oleh tim yang selanjutnya menjadi pegangan para guru dan siswa.

“Disdik mencoba melakukan terobosan-terobosan yakni mengembangkan modul dan buku untuk pegangan para guru dan siswa. Tidak lain di dalamnya juga bukan saja tentang bahasa lokal, tetapi ada juga sejarah,” kata Addin melanjutkan.

Sementara itu, praktisi pendidikan Kota Cirebon, Ahmad Hidayat, menjelaskan penerbitan buku muatan lokal pada tingkatan pendidikan di Kota Cirebon masih belum maksimal.

Dikatakannya pada tiap perpustakaan sekolah koleksi buku tersebut masih terbatas.

“Padahal anggaran dana BOS dari pemerintah itu 5 persen boleh digunakan untuk membeli buku. Nah, di perpustakaan tiap sekolah sendiri koleksi buku muatan lokal masih terbatas,” ungkap Dayat.

Dirinya juga melanjutkan, selain terbatasnya buku kolekasi muatan lokal di perpustakaan, juga materi di dalamnya belum ada penyelarasan.

“Masih perlu perbaikan-perbaikan seperti penyelarasan. Karena bahasa dan sastra di daerah Cirebon belum tentu sama,” pungkasnya.

 

(alw/pojokjabar)


loading...

Feeds