Proyek Meikarta Akan Mampu Genjot Kelesuan Properti

POJOKJABAR.com, KARAWAMG – Proyek Meikarta diprediksi dapat menggenjot kinerja PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), terlebih lagi saat ini segmen properti di tanah air tengah mengalami kelesuan.

Semester I-2017, LPKR mencatatkan pendapatan turun tipis 3% menjadi sebesar Rp 4,94 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5,11 triliun. Kompak, laba bersih LPKR juga turun 2,1% dari Rp 498 miliar menjadi Rp 487 miliar pada semester I 2017.

Kepala Riset Koneksi Kapital Alfred Nainggolan mengatakan, koreksi pendapatan dan laba LPKR di semester pertama 2017 terjadi karena turunnya penjualan properti. Alfred mengatakan, saat ini memang secara makroekonomi dan sektoral properti, daya beli sedang tertekan. “Segmen LPKR yang middle up relatif cukup berat sampai tahun ini,” katanya, Rabu (11/10).

Franky Rivan, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia memproyekasikan dalam riset, Senin (9/10), kontribusi terbesar pada pendapatan LPKR ke depan didorong segmen properti, karena adanya proyek andalan Meikarta.

Alfred juga berpandangan, proyek Meikarta bisa menolong pertumbuhan segmen properti LPKR. “Karena kinerja bisnis properti kurang bertumbuh sementara segmen healthcare sudah tumbuh bagus. Jadi ketika di segmen properti akan ada potensi pertumbuhan dari proyek Meikarta, mungkin ini bisa jadi katalis yang signifikan bagi saham LPKR,” paparnya.

Dengan adanya proyek Meikarta ketika pendapatan LPKR terkoreksi, pasar tidak langsung mencap negatif saham LPKR.

Hanya saja Alfred melihat saat ini pelaku pasar masih wait and see pada saham LPKR, karena menunggu kejelasan perizinan proyek Meikarta. “Dalam beberapa hari terakhir pergerakan saham LPKR cenderung sideways ini menunjukkan pelaku pasar prefer wait and see menunggu dulu bagaiman proses perizinan Meikarta,” lanjutnya.

Yasmin Soulisa, analis Ciptadana Sekuritas Asia memprediksikan, proyek Meikarta bisa berkontribusi pada pendapatan LPKR pada semester II 2017. Saat ini Meikarta yang berada dibawah PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) sebanyak 54,4% saham dimiliki oleh LPKR.

“Perusahaan membukukan Rp 2,4 triliun penjualan pemasaran dari Meikarta sejak diluncurkan Mei 2017 dan manajemen mengatakan Meikarta harus meraih pendapatan paling tidak 10%-15% dari pra-penjualan pada akhir tahun ini,” kata Yasmin dalam riset, Selasa (10/10).

Alfred mengatakan, tentu menjadi peluang bagi LPKR untuk menggenjot kinerja pada segemn properti apabila LPKR bisa meyakinkan investor bahwa proyek Meikarta pasti akan berjalan.

Alfred merekomendasikan buy saham LPKR dengan target harga Rp 950 per saham. Sementara, Adrian merekomendasikan buy di target harga Rp 955 per saham. Kompak, Yasmin juga merekomendasikan buy di target harga Rp 880 per saham.

Adrian memprediksikan pendapatan LPKR hingga akhir tahun bisa mencapai Rp 12,94 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 1,07 triliun. (Adw)



loading...

Feeds