Ancaman Teroris, Polisi Cirebon Wajib Rutin Latihan Silat, Markas pun Cuma Buka sampai Jam…

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, CIREBON – Meningkatnya aktivitas terorisme dengan sasaran institusi Polri membuat Polresta Cirebon berbenah melakukan pengamanan.

Beberapa upaya yang dilakukan di antaranya pencegahan internal pribadi polisi hingga markas polisi.

Pasalnya, Cirebon masuk ke dalam daftar zona merah para pelaku teror bom bunuh diri yang belakangan sering terjadi.

Namun seiring perubahan pola serangan teror terhadap polisi dari menggunakan bahan peledak hingga menggunakana serangan jarak dekat, maka pengamanan perlu bervariasi.

Untuk itu Kapolresta Cirebon AKBP Adi Vivid Bachtiar mewajibkan seluruh anggota polisi untuk latihan bela diri silat Merpati Putih setiap dua pekan sekali.

“Beberapa kasus yang terjadi saat ini, teroris melakukannya jarak dekat dengan menggunakan senjata tajam. Oleh karena itu, anggota harus bisa menguasai beladiri,” kata Adi, Senin (20/7/2017).

Peningkatan penguasaan bela diri bukan berarti mengurangi kemampuan dalam menggunakan senjata.

“Kalau beladiri sudah tidak mampu, baru menggunakan senjata,” kata Adi.

Selain itu Mapolres dan Mapolsek di wilayan Polresta Cirebon pun memperketat pengamanan bagi setiap pengunjung.

Setiap barang yang dibawa pengunjung akan diperiksa.

Setiap Polsek juga diperintahkan untuk menutup gerbang jika sudah pukul 22.00 WIB. Namun bukan berarti menutup bagi warga yang membutuhkan akses polisi, melainkan tetap melalui pemeriksaan lebih dulu.

(sta/pojokjabar)


loading...

Feeds