Hore… Januari 2017, Kebun Raya Kuningan Dibuka untuk Umum

Kunjungan anggota DPRD Kabupaten Kuningan ke Kebun Raya Kuningnan (KBK).

Kunjungan anggota DPRD Kabupaten Kuningan ke Kebun Raya Kuningnan (KBK).

POJOKJABAR.id, KUNINGAN – Awal Januari 2017 nanti, Kebun Raya Kuningan (KRK) rencananya akan dibuka untuk umum. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan saat ini sedang melakukan penataan dan penambahan fasilitas di KRK yang berada di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Penambahan fasilitas itu berupa akses jalan dari Pasawahan sampai Padabeunghar yang dilebarkan. Kemudian penyediaan kafetaria, MCK, cottage dan penataan taman. Jika tidak ada halangan, pemerintah berencana membuka KRK bagi masyarakat umum tanggal 3 Januari 2017.

Untuk mengecek sejauh mana kemajuan pembangunan sarana di KRK, Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan melakukan peninjauan ke lokasi, dua hari lalu. Menggunakan dua buah mobil, komisi yang diketuai Dede Ismail itu berkeliling ke setiap sudut KRK.

Malahan, rombongan wakil rakyat naik sampai ke bendungan yang berada di atas tugu kuda. Bendungan ini berfungsi menampung air dari gunung, dan nantinya dialirkan ke lahan pertanian warga serta keperluan lainnya.

Dari bendungan ini juga terhampar pemandangan ke bawah yang sangat indah. Tak hanya naik ke bendungan, rombongan dewan juga memantau patung kuda yang di bawahnya terdapat Taman Kuning.

Taman berbentuk lingkaran ini ditanami sejumlah bunga langka dan aneka warna. Dari atas patung kuda, wilayah Kabupaten Cirebon serta pantai laut Jawa terlihat dengan jelas.

“Pemandangan dari atas ini sangat indah. Kami yakin, KRK ke depannya akan menjadi primadona wisata di wilayah III Cirebon, bahkan Jawa Barat. Potensi KRK ini sangat besar mendulang pendapatan asli daerah (PAD) disbanding objek wisata lainnya di Kabupaten Kuningan,” jelas Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan, Dede Ismail didampingi Karyani kepada Radar Kuningan (Pojokjabar.id Grup).

Dede mengatakan, pembangunan fasilitas di KRK nantinya akan memanjakan pengunjung. Akses jalan dari Pasawahan juga sudah cukup lebar sehingga mobil bisa saling berpapasan. Kemudian juga di tempat ini dibangun cottage bagi wisatawan yang ingin menginap.

“Kami sudah berkeliling di KRK. Memang proses pembangunannya belum rampung. Namun melihat kualitas pekerjaan yang ditunjukkan oleh rekanan, kami kira hasilnya sangat bagus,” katanya.

Dia optimistis, dalam setahun, KRK bisa menyumbang sampai Rp 1,5 miliar ke daerah. “Kalau semua fasilitas ini rampung, pengunjung akan membeludak. Sebulan bisa masuk Rp 150 juta dikalikan 12 bulan. Target ini bisa dipenuhi pengelola KRK di tahun 2018 mendatang,” sebut dia.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Bunbun Budiyasa memprediksikan kembali beroperasi 3 Januari 2017. Namun sebelumnya, akan diadakan gerakan menanam pohon di KRK.

“Tadinya sempat direncanakan dibuka untuk umum di bulan Desember, tapi sepertinya tidak akan terwujud karena penataannya belum selesai. Jadi, dijadwalkan tanggal 3 Januari tahun depan dibukanya,” jawab Bunbun.

(jpg/izo/pojokjabar)


loading...

Feeds