Wartawan Cirebon Mengamuk di Mapolsek Talun, Sesuatu Terjadi pada Kapolres Cirebon

Puluhan wartawa Cirebon saat menggelar aksi unjuk rasa sebagai rekayasa untuk merayakan hari ulang tahun Kapolres Cirebon. (foto: radarcirebon.com)

Puluhan wartawa Cirebon saat menggelar aksi unjuk rasa sebagai rekayasa untuk merayakan hari ulang tahun Kapolres Cirebon. (foto: radarcirebon.com)

POJOKJABAR.id, CIREBON – Mapolsek Talun Kabupaten Cirebon diserbu oleh puluhan wartawan Cirebon yang menggelar aksi unjuk rasa (unras) “anarkis”, Jumat (14/10/2016). Hal ini diduga lantaran kasus kekerasan yang dilakukan oknum polisi terhadap jurnalis.

Tak terima rekan sesama profesinya mendapat tindak kekerasan yang tak manusiawi, massa menuntut Kapolres Cirebon AKBP Sugeng Haryanto untuk menghadirkan tersangka dan memberi sanksi tegas.

Namun, tuntutan massa tak digubris sehingga para wartawan tersebut membakar ban bekas serta satu unit sepeda motor barang bukti di Polsek Talun. Aksi inipun mengundang perhatian masyarakat setempat serta pengendara yang melintas.

Para polisi pun berupaya untuk meredam amarah massa. Namun upaya itu gagal seingga terjadi aksi dorong mendorong dan hampir terjadi pemukulan.

Melihat situasi yang kian tak terkendali, Kapolres Cirebon AKBP Sugeng Haryanto yang menemui wartawan terlihat sangat marah. Kemarahannya terlihat dari raut mukanya yang memerah.

Sugeng sempat memisahkan massa polisi dengan wartawan yang saling dorong-dorong. Saat hendak memberikan klarifikasi kepada wartawan, justru disambut ucapan selamat ulang tahun.

“Suasana mencekam berubah seketika menjadi haru seklaigus senang,” kata Abdul Rohman, salah satu jurnalis kepada radarcirebon.com (Pojokjabar.id grup).

Menurut Rohman, aksi demo itu merupakan rekayasa jurnalis Cirebon dalam menyambut Hari Ulang Tahun Kapolres Cirebon, AKBP Sugeng Haryanto. Para jurnalis memeriahkannya dengan cara yang berbeda.

“Sebelumnya kami sudah koordinasi dengan pihak yang terlibat. Dengan setingan adanya wartawan yang dipukuli oknum polisi. Kami juga minta kepada Puskesmas Sumber untuk membuat teman kita terlihat seolah-olah terluka dan dikirimkan ke kapolres. Beberapa jam kemudian kami lakukan aksi demo depan Polsek Talun,” terang Rohman.

Dalam aksi anarki tersebut para jurnalis membakar empat ban mobil bekas. Satu sepeda motor barang bukti polsek talun yang kondisinya sudah tidak terpakai. Kontan, puluhan warga sempat berhenti dan tegang menyaksikan peristiwa itu berubah merasa ikut dijahili.

(RC/izo/pojokjabar)


loading...

Feeds