Pelabuhan Cilamaya Batal, Sumur Pertamina Diancam Ditutup

Ilustrasi sumur minyak.

Ilustrasi sumur minyak.

POJOKSATU.id, KARAWANG – Gelombang protes bermunculan seiring batalnya pembangunan Pelabuhan Cilamaya. Bahkan, ekspose Pertamina soal data dan produksinya di tanah Karawang membuat para elit politik terperangah.

Setelah Ketua DPRD Karawang Toto Suripto yang mengungkap kebohongan Pertamina selama puluhan tahun, mantan Ketua DPRD Karawang Karda Wiranata juga ikut bersuara lantang atas respon yang ditunjukan Pertamina.

Bahkan, jika pihak Pertamina masih saja bungkam dan tidak transparan soal data dan bagi hasil, dalam waktu seminggu kedepan dirinya berencana memboikot sumur-sumur Pertamina di Karawang, sebagai wujud kekecewaan atas kebohongan menyembunyikan data kekayaan negara selama ini.

“Pelabuhan jadi atau tidak jadi tidak penting bagi saya, tapi dari dulu Pertamina selalu pingpong Pemkab Karawang soal bagi hasil migas, yang seharusnya sudah bisa mensejahterakan masyarakat Karawang,” kata Ketua DPC PDIP Kabupaten Karawang ini, Selasa (7/4).

Ia juga mendesak Pemkab Karawang agar membentuk tim audit independen untuk menggali berapa besar kekayaan minyak di Karawang. Ini perlu dilakukan agar pemkab tahu data-data pipa aktif di laut yang selama ini tidak ada satupun yang berani menyentuhnya.

“Tutup sumurnya, audit keuangan dan bagi hasilnya. Jika sudah terbuka dan transparan silahkan kembali berproduksi,” tandasnya.

(raka)

Feeds