Pelabuhan Cilamaya Batal, Kades Ancam Demo Wapres

Ilustrasi Pelabuhan Cilamaya.

Ilustrasi Pelabuhan Cilamaya.

POJOKSATU.id, KARAWANG – Kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang semula dielu-elukan masyarakat Kecamatan Tempuran, berbanding terbalik setelah sang mantan Ketua Umum DPP Golkar itu tiba-tiba membatalkan rencana Pelabuhan Cilamaya, Kamis (2/4) silam.

Sejumlah kepala desa mengaku kecewa dan tidak habis pikir kajian kelayakan pembangunan pelabuhan yang dilakukan tim ahli selama 3 tahun, bisa dimentahkan dalam rapat yang hanya satu jam di aula kantor Desa Tanjungjaya.

Terlebih, para calo tanah atau biong yang hendak membeli tanah-tanah di sekitar Kalenkalong juga dikabarkan lari dan membatalkan rencananya. Tidak terima akan hal itu, sedikitnya 7 kades dari Kecamatan Tempuran dan Cilamaya segera berembuk dan akan meluapkan kekecewaannya dengan mendatangi Dishubkominfo, Plt Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana sampai dengan Presiden RI Joko Widodo.

Wapres Jusuf Kalla dan Wagub Jabar Dedy Mizwar saat di Karawang.

Wapres Jusuf Kalla dan Wagub Jabar Dedy Mizwar saat meninjau rencana lokasi Pelabuhan Cilamaya di Karawang.

Kades Sumberjaya Ebod mengatakan, ucapan JK yang membatalkan begitu saja pelabuhan, membuat para biong tanah asal Jakarta yang sudah memesan masing-masing antara 5-10 hektaran lahan harus ikut lari dan membatalkannya. Padahal diakui Ebod, semenjak isu pelabuhan bergulir, harga tanah sawah dan tambak naik signifikan dan bisa menguntungkan pemerintah desa.

“Mereka dari Jakarta dan kota lainnya, saat dibatalkan banyak yang sudah akan memesan tanah, lari dari Tempuran,” ujarnya.

Ia melanjutkan, selain banyak merepotkan dan membebankan hutang di warung-warung atas kedatangan JK, data-data yang sudah disiapkan Dinas Perhubungan Karawang selaku tuan rumah tidak tersampaikan, karena tertutupnya rapat rombongan Jusuf Kalla.
Bukan hanya itu, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang mendukung proyek tersebut seolah dikeroyok menteri yang kontra atas keberadaan Pelabuhan cilamaya, seperti Menteri ESDM, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Menteri  BUMN.

“Padahal, tim dari Japan International Cooperation Agency (JICA) sudah lebih dulu meneliti laut di Indramayu dan Subang. Faktanya kecocokan justru ada di Kalenkalong, sehingga beragam tahapan penelitian amdal sampai sosio kultur dilakukan sejak lama di Tempuran,” ungkapnya.

Pihaknya, lanjut Ebod, sudah berkordinasi dengan kades lainnya seperti Desa Tanjungjaya, Cikuntul, Pasirjaya, Sukajaya dan Ciparagejaya untuk terus berembuk menyikapi pembatalan proyek pelabuhan ini. Sejauh ini pihaknya sudah meminta berbagai petunjuk agar keputusan pasti pelabuhan ini ada di tangan Jokowi bukan Jusuf Kalla. Dalam waktu dekat pula pihaknya akan kordinasi dengan Cellica dan Dishub soal data-data kelayakan Kalenkalong jadi pelabuhan.

“Kalau (pembangunan pelabuhan) di Subang-Indramayu apa bedanya dengan Jakarta. Industri itu banyaknya di Karawang dan Bekasi, akan lebih dekat jika dibangun di Karawang. Masyarakat juga akan demo ke Istana Negara,” tuturnya.

Berita Terkini Karawang,

Ilustrasi Pemetaan Pelabuhan Cilamaya

Kades Cikuntul Dede Gunawan mengatakan, kalau hanya untuk membatalkan pelabuhan, Jusuf Kalla seharusnya tidak usah repot-repot datang ke Kecamatan Tempuran, yang sudah membuat jalan-jalan macet dan mengganggu aktivitas warga. Cukup konferensi pers saja di Jakarta. Karena yang ia tahu, wacana ini sudah sejak lama bergulir sampai masuk
Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

“Kita tunggu dari JICA yang meneliti itu, apa pernyataannya. Saya harap JICA dan Pemerintah Jepang bisa lebih meyakinkan Jokowi nantinya,” pungkasnya.

Kades Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Mahrus Umar mengaku, pihaknya tengah upayakan lobi-lobi agar Pelabuhan Cilamaya tetap bisa jadi dibangun. Pasirjaya selama ini disebut-sebut akan dijadikan lokasi pergudangan pelabuhan.

“Iya ini lagi lobi-lobi dulu, kita pikirkan bagaimana agar pelabuhan tetap jadi dibangun,” ungkapnya.

(rud)

Feeds