Pelabuhan Cilamaya Gagal Dibangun, Ketua DPRD: Pertamina Bohongi Rakyat 40 Tahun

Pelabuhan Cilamaya, Berita Terkini Karawang

Ilustrasi pelabuhan. | Foto: Dokumen

POJOKSATU.id, KARAWANG – Ketua DPRD Karawang Toto Suripto kesal karena Pelabuhan Cilamaya gagal terwujud di kabupatennya. Dia juga menuding Pertamina sebagai biang batalnya Pelabuhan Cilamaya.

”Datangnya JK (Wakil Presiden Jusuf Kalla) ke Tempuran membuka mata Pemerintah Kabupaten Karawang bahwa Pertamina sudah membohongi Karawang lebih dari 40 tahun,” kata Toto mengutip dari Radar Karawang, Senin (6/5/2015).

Kekayaan minyak dan gas yang selama ini mendiami laut dan daratan Karawang, tidak pernah dibuka transparan oleh Pertamina, ini yang membuatnya kecewa.

“Kita kecewa, ternyata Pertamina tidak transparan selama ini soal data, titik anjungan, pipa maupun eksplorasi di tanah Karawang. Bahkan sudah bohongi Karawang lebih dari 40 tahun, ini ekspose yang saya tangkap dan kabar yang harus diketahui masyarakat,” kata Toto.

Toto menambahkan, dasar Pertamina sudah bohong pada masyarakat Karawang adalah dilihat dari data, bahwa ternyata Pertamina sudah menghasilkan 40 ribu barel per hari dan lainnya.

“Itu yang baru kita tahu dari Pertamina ONWJ, selama ini Karawang tidak diberi tahu. Bahkan bagi hasilnya pun tidak dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Karawang. Ini persoalannya, kita baru dikasih tahu data-data itu baru kali ini,” ungkapnya.

Batalnya pelabuhan juga disayangkan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Gina Fadlia Swara. Dirinya sempat yakin bahwa pelabuhan bakal hadir di Karawang. Kala itu, kenangnya, dirinya tahu saat Hatta Rajasa bertandang ke Karawang. Mantan Menko Perekonomian itu sempat meyakinkan orangtuanya bahwa pembangunan Pelabuhan Cilamaya harus ada seiring berkembangnya industri. Bahkan, di sela-sela reses pun, dirinya banyak menyerap aspirasi dari kepala desa dan tokoh masyarakat setempat soal pelabuhan.

“Dulu saya yakin karena Bapak (Ade Swara) diyakinkan pak Hatta Rajasa saat ke Karawang, saat mendengar rencana itu batal ya kaget juga,” ungkapnya.

Menurut catatan Pertamina, kapasitas produksi minyak di blok “Offshore North West Jawa” (ONWJ) itu mencapai 40 ribu barel per hari, sedangkan produksi gas mencapai 180 Million Metric Cubic Feet per Day (MMSCFD). Bahkan, ONWJ siap dikembangkan dengan kapasitas produksi minyak hingga 50 ribu barel per hari dan 200 MMSCFD gas per hari.

(rud/raka)

Feeds