Sidang Lanjutan Sengketa Lahan Pasar Kemiri Muka, Mediasi Petamburan Vs Pedagang Panas

SIDANG: Sidang lanjutan derden verzet dengan agenda sidang mediasi, belum menemukan titik terang. Sidang akan dilanjutkan (23/7).

SIDANG: Sidang lanjutan derden verzet dengan agenda sidang mediasi, belum menemukan titik terang. Sidang akan dilanjutkan (23/7).

Cari Aman

POJOKJABAR.com, DEPOK – Masalah sengketa lahan Pasar Kemiri Muka seperti tak kunjung usai. Keladinya, kedua belah pihak sama-sama ngotot untuk menguasai lahan seluas 2,6 hektar di Jantung Kota Depok.

Kemarin, sidang gugatan dengan agenda mediasi antara PT Petamburan, dan pedagang sebagai pihak ketiga juga belum ada titik temu. Menurut kuasa hukum Pedagang Kemirimuka, Leo Prihardiansyah. Belum ada titik temu antara pedagang dan PT Petamburan Jaya.

Sementara itu, pihaknya mengaku tetap menginginkan lahan Pasar Kemirimuka dikembalikan ke negara, berdasarkan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat nomor: 593.82/SK.216.S/AGR-DA/177-86.

“Belum ada kesepakatan antara pedagang yang menggugat dengan PT Petamburan Jaya,” kata Leo kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Grup), Kamis (12/07/18).

Sementara itu, Ketua Satgas Bela Negara Pasar Kemirimuka, Karno mengatakan, lahan Pasar Kemirimuka merupakan lahan milik negara. sSehingga tidak ada yang bisa memiliki secara pribadi kecuali pemerintah.

Dia mengacu, pada Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat nomor: 593.82/SK.216.S/AGR-DA/177-86 dimana di dalam putusannya, yang menyatakan pihak pengembang salah hal ini PT Petamburan Jaya untuk menyerahkan aset dan lahan kepada Pemkot Depok.

“Kan putusannya jelas, kalau sudah 5 tahun pengelolaan harus sudah dikembalikan ke pemerintah,” kata pria yang juga koordinator pedagang Pasar Kemirimuka.

Sementara, terkait PT Petamburan yang mengatakan tidak menerima uang iuran pasca pembangunan. Pihaknya menyalahkan pengelolaan dari PT Petamburan.

“Tidak semua yang tidak lancar untuk membayar angsuran, ada beberapa pedagang yang mau melanjutkan iuran, tapi sejak tahun 1996 pengelola sudah meninggalkan Pasar Kemirimuka, jadi salah mereka,” kata Karno.


loading...

Feeds