Lima Terduga Teroris di Depok Afiliasi JAD

Ilustrasi

Ilustrasi

Syafruddin mengatakan, karena dilakukan berdasarkan kepada pengembangan kasus, maka para terduga teroris tersebut berasal dari kelompok yang sama dengan yang sebelumnya.

Syafruddin pun menuturkan, penanganan terorisme bukan hanya menjadi tugas Polri, dalam hal ini Densus 88. Semua elemen keamanan dan masyarakat pun bisa ikut berkontribusi dalam menangani terorisme.

“Semua unsur, elemen keamanan masyarakat (bisa) menangani itu semua,” jelas Syafruddin.

Sejumlah terduga teroris yang ditangkap oleh petugas belakangan terakhir dilaporkan berasal dari jaringan yang sama, yakni JAD. Kelompok yang telah berbaiat kepada Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tersebut bertanggung jawab terhadap aksi-aksi teror yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini, termasuk rangkaian aksi teror bom di Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Danramil Intenskan Patroli

Terpisah, Danramil 02/Beji Kodim 0508 Kota Depok Kapten Kav Syahroni angkat bicara terkait kabar penangkapan lima terduga teroris di Depok oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Pihaknya menugaskan para Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk meningkatkan intensitas patroli di wilayah Kecamatan Beji.

“Hari ini para Babinsa telah saya perintahkan untuk semakin meningkatkan komunikasi dengan warga. Khususnya warga yang memiliki kontrakan,” kata Syahroni saat dihubungi wartawan, beberapa waktu lalu.

Peningkatan patroli itu diharapkan dapat meminimalkan tindak kejahatan dan terorisme di wilayah Kecamatan Beji. Khususnya di kontrakan yang memang diperuntukkan bagi pendatang baru dari luar Kota Depok.

“Saya menekankan kepada para Babinsa untuk melakukan deteksi dini. Saya berharap, dengan deteksi dini yang dilakukan oleh para Babinsa, Beji terbebas dari para pelaku teror,” lanjutnya.

(RD/kcm/inl/net/tbn)


loading...

Feeds