Agustus Besok Ahok Bisa Hirup Udara Segar, tapi Keluarganya Harus Urus Sejumlah Syarat Ini

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

POJOKJABBAR.com, DEPOK– Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan segera menghirup udara segar di luar penjara.

Namun, rencana Ahok untuk bebas dari penjara Mako Brimob ada syaratnya.
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) telah mengakui sesuai dengan perhitungan masa tahanan, Ahok bisa bebas pada Agustus 2018.

Baca:

Viral Ahok Tulis “Selamat Idul Fitri” di Secarik Kertas Putih Bergaris, dari Mako Brimob?

 

Namun, bebasnya Ahok hanya dapat dilakukan dengan program pembebasan bersyarat (PB).
“Bisa (PB), cuma sekali lagi perlu diluruskan bukan hanya Pak Ahok tapi semua napi punya hak untuk keluar atau mengikuti program pembebasan bersyarat (PB). Tapi kan ada aturan dan syarat administrasi yang harus dipenuhi,” tutur Kasubag Publikasi Humas Ditjen Pas Rika Apriani kepada JawaPos.com (Pojoksatu.id froup), Rabu (11/7).
Rika menerangkan program PB dilihat dari perhitungan khusus, yaitu bisa dinyatakan kalau dapat melengkapi atau melewati proses-proses.

Salah satunya, telah menjalani dua pertiga masa tahanannya.

“Jadi kalau pas di Agustus ya bebas di situ, cuma ada syarat-syarat yang mesti dilengkapi oleh keluarga Ahok, misalnya menyertakan surat menjamin,” terang Rika.
“Karena PB ini bukan bebas murni, dia masih menjalankan tapi di luar dengan masih wajib lapor,” tambahnya.
Bahkan, pihak Ahok harus menyertakan surat dari perangkat daerahnya seperti lurah, RT, RW yang menunjukkan bisa menjamin Ahok di tempat kembali berkegiatan.

Agar selama bebas bersyarat, Ahok tidak akan melakukan tindakan pidana yang sama atau yang lain.

“Jika terjadi lagi, dia harus masuk lagi menjalankan masa tahananya kembali ditambah satu tahun,” tegasnya.
Untuk saat ini, Rika mengatakan, belum ada pihak Ahok yang mengurus terkait program PB-nya.

“Belum ada sih, intinya jika beliau (Ahok) memenuhi persyaratan pasti kita programkan pembebasan bersyarat karena kita juga ingin orang keluar dari sini,” pungkasnya.
Perlu diketahui, Ahok divonis pada 9 Mei 2017 dengan hukuman 2 tahun penjara.

Dirinya dinyatakan terbukti bersalah melakukan penodaan agama atas pernyataan soal Surat Al-Maidah 51 saat mengunjungi Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

(ce1/rgm/jpc/pojokbogor)


loading...

Feeds