Asnawi Pimpin Kementrian Agama Kota Depok

SINERGI: Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna bersama pengurus Kemenag Kanwil Jabar dan Kemenag Kota Depok usai melaksanakan seremoni pengangkatan Asmawi menjadi Kepala Kemenang Depok yang baru di Bandung. Ist

SINERGI: Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna bersama pengurus Kemenag Kanwil Jabar dan Kemenag Kota Depok usai melaksanakan seremoni pengangkatan Asmawi menjadi Kepala Kemenang Depok yang baru di Bandung. Ist

POJOKJABAR.com, DEPOK – Kementrian Agama (Kemenang) Kota Depok punya pemimpin baru. Kemarin, bertempat di Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat (Jabar) di Bandung, Asnawi Kasi Keberangkatan Haji dan Umrah Kemenag Depok menggantikan H. Ismatullah Syarif, yang kini sudah masuk masa purna bakti atau pensiun.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna yang menghadiri prosesi acara menyebutkan, Kepala Kemenag Depok yang baru lebih bisa baik lagi. Terutama bisa menambahkan kouta haji di Kota Depok.

Depok memiliki jatah jamaah untuk ibadah haji yang sudah mendaftar sebanyak 29 ribu orang. Banyaknya jamaah mengakibatkan harus menunggu selama 15 tahun lagi.

“Cukup lama menunggu 15 tahun. Diharapkan tahun besok 5.000 jamaah dari Depok bisa berangkat ibadah haji ke Tanah Suci. Kalau tahun sekarang sekitar 1.000-an,” kata Pradi, kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Rabu (23/05/2018).

Pradi juga berharap, Kepala Kemenang Depok yang baru bisa bersinergi dengan Pemerintah Kota Depok terutama untuk pendidikan. Dimana, Depok ini sangatlah kekurangan MI, MTs, dan Aliyah khusus milik pemerintah.

“Kita bangun sinergitas Kemanag Depok dan Pemkot untuk membangun Depok dalam hal pendidikan dan lainya. Sesuai taglen Depok yang religius,” terangnya.

H. Ismatullah mengucapkan terimakasih dan permohonan maaf. Bahwa dalam memimpin di Kota Depok tentunya tidak lepas dari kesalahan dan kekurangan. Menurut dia, Kota Depok merupakan penyangga Ibu Kota tentunya memiliki tantangan yang berbeda ketika harus memimpin di Depok.

“Itu adalah kekhawatiran awal ketika saya diberikan amanah memimpin di sini”, ungkapnya.

Namun, amanah itu adalah satu kewajiban yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dimanapun berada, karena itu berupaya dan berusaha untuk memberikan yang terbaik dan untuk Kota Depok. Selama 11 bulan kurang mulai dari awal juni 2017 hingga akhir April 2018 memimpin adalah waktu yang sangat singkat.

“Pastilah banyak hal-hal yang belum sempat direalisasikan ataupun dilaksanakan, tapi paling tidak saya berharap adalah sedikit yang bisa diberikan untuk ikut dalam perbaikan serta pembangunan kota Depok ke depan, ujarnya.

(RD/irw/pojokjabar)


loading...

Feeds