Mantan Terpidana Teroris Ini Klaim Ketokohan Aman Abdurahman Nampak pada Insiden Mako Brimob, Indikatornya?

Karangan bunga terpajang di depan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat. Sosok Aman dinilai berperan penting dalam meredam amarah para narapidana terorisme di sana beberapa waktu lalu./Foto: via Jawapos

Karangan bunga terpajang di depan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat. Sosok Aman dinilai berperan penting dalam meredam amarah para narapidana terorisme di sana beberapa waktu lalu./Foto: via Jawapos

POJOKJABAR.com, DEPOK– Besok bakal menjadi hari yang krusial bagi Aman Abdurahman. Ya, terdakwa teror Bom Thamrin itu akan menjalani sidang pembacaan tuntutan, Jumat (18/5).

Papua Circle Institute Kecam Tero Mako Brimob dan Teror Bom Bunuh Diri, Sebabnya…

Polisi memastikan akan melakukan penjagaan ketat di tempat Aman disidang, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Terlebih pasca kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Serta rentetan serangan bom di Jawa Timur dan Riau.

Menurut mantan terpidana terorisme bom Bali, Sofyan Tsauri, aparat penegak hukum harus mengantisipasi dini dan mengawal ketat jalannya sidang. Hal itu lantaran Aman atau Oman Rachman merupakan tokoh dan pendiri jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berbaiat dengan ISIS sejak 2015 lalu.

Bom Surabaya

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto (kiri) didampingi Kabag Pensat Ropenmas, Kombes Pol Yusri Yunus memberikan keterangan seputar kasus teror Bom Surabaya di Jakarta, Selasa (15/5). (Issak Ramadan/JawaPos.com)

“Antisipasi dini harus ditingkatkan,” kata Sofyan saat dikonfirmasi JawaPos.com (Pojoksatu.id group),Kamis (17/5).

Menurut Sofyan, soal ketokohan Aman pun terlihat saat peristiwa keurusuhan di rumah tahanan cabang Salemba, Mako Brimob beberapa hari lalu.

“Indikatornya kan napi minta Aman datang. Berarti dia kan ditokohkan, dihormati,” ujar Sofyan.

PP PMKRI Dukung Pengesahan RUU Tindak Pidana Terorisme, tapi Tolak TNI Terlibat?

Sofyan menuturkan, banyak aksi teror yang terjadi belakangan di sejumlah daerah atas bangunnya sel-sel tidur. Sehingga, pihak kepolisian harus lebih mengantisipasi dan memperketat pengamanan jelang sidsng tuntutan Aman, Jumat (18/5) esok.

“Bisa saja membangkitkan sel-sel tidur, nggak ada tuntutan juga sudah tinggi,” papar Sofyan.

Dalam beberapa aksi teror yang belakangan terjadi, Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga menyebut rentetan serangan bom di Surabaya dilakukan sebagai balasan atas perlakuan pemerintah terhadap Aman Abdurrahman.

Begini Respon FKPPI Soal Aksi Teror di Indonesia

“Diduga pembalasan kelompok JAD (Jamaah Ansharu Daulah) karena Aman Abdurahman, yang harusnya keluar Agustus tahun lalu, ditangkap kembali,” kata Tito dalam konferensi pers di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Senin (14/5).

Sebelumnya, terdakwa teror bom Thamrin Aman Abdurrahman akan menjalani sidang pembacaan tuntutan pada Jumat (13/5). Namun, dengan alasan teknis jaksa penuntut umum (JPU) tidak bisa menghadirkannya ke ruang persidangan. Oleh karena itu, JPU meminta majelis hakim dapat menggelar sidang tuntutan pada Jumat (18/5) mendatang.

(ce1/rdw/jpc/pojokjabar)


loading...

Feeds