Makam Bersejarah di Hutan UI Depok Tak Terawat

NYAMAN: Suasana nyaman dapat kita rasakan jika berada di makam bersejarah di Hutan UI, namun kondisi tersebut masih butuh perhatian Pemda setempat, terlebih memanfaatkan makam sebagai bangunan cagar budaya. Ahmad Fachry/Radar Depok

NYAMAN: Suasana nyaman dapat kita rasakan jika berada di makam bersejarah di Hutan UI, namun kondisi tersebut masih butuh perhatian Pemda setempat, terlebih memanfaatkan makam sebagai bangunan cagar budaya. Ahmad Fachry/Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Pasti masih banyak yang belum tahu dengan keberadaan makam bersejarah di Hutan Universitas Indonesia (UI) Depok. Padahal, khalayak luar Kota Depok berjubel datang untuk berziarah. Keberadaan makam bersejarah di hutan UI ini, tidak sulit untuk ditemukan.

Jika berada di dalam komplek UI, tinggal menuju kearah pintu keluar. Tapi, terus menyisir jalur paling kiri. Saat menelusuri sekitar beberapa ratusan meter hingga tidak ada bangunan, nanti berdiri kokoh pos keamanan milik Perhutani DKI Jakarta Selatan, disebelah kanan jalan. Itu artinya sudah sampai.

Tepat diseberang jalan ada jalan setapak untuk masuk ke makam bersejarah di Hutan Kota UI. Sesampainya di Pos Keamanan, Radar Depok bertemu dengan Septian salah satu keamanan perhutani DKI Jakarta.

Dia menjelaskan, makam tersebut memang makam Syekh Abdurrahman bin Abdullah Al Maghribi atau yang terkenal dengan sebutan Mbah Takol. Menurutnya, makam tersebut memang sudah sejak lama ada di dalam Hutan UI, karena sebelumnya kawasan tersebut merupakan pemukiman warga Betawi.

“Makam ini memang sudah lama ada, dan merupakan makam pemuka agama pada masanya,” kata Septian hanya kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Selasa (15/05/2018).

Dia mengatakan, perawat makam sebelumnya, Mbah Masri sejak tiga bulan terakir terbaring sakit, dan dirawat di salah satu rumah kerabatnya di Garut. “Mbah Masri sakit Jantung, sehingga saat ini tidak ada yang mengurus makam setiap harinya,” bebernya.

Namun dia mengaku, jika ada pengunjung makam yang ingin berjiarah, Septian hanya mempersilahkan untuk mendatangi makam tersebut. “Jadi kalau ada yang ingin berkunjung ke makam, saya hanya bisa mengantar ke makam,” terangnya.


loading...

Feeds

Gempita Nusantara

Unjuk Busana Daerah pada Gempita Nusantara

GRAND Metropolitan Bekasi menggelar acara yang didukung Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bertajuk Gempita Nusantara, Hal tersebut disampaikan oleh General Manager …