Sidang Pembelaan Geng Motor Kasus Penjarahan Toko Pakaian di Depok Tertunda

TERSANGKA: Tersangka kasus geng motor Jepang saat digiring pihak kejaksaan keluar dari ruang sidang. RUBIAKTO/Radar Depok

TERSANGKA: Tersangka kasus geng motor Jepang saat digiring pihak kejaksaan keluar dari ruang sidang. RUBIAKTO/Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Sidang pembelaan (pledoi) kepada terdakwa kasus penjarahan toko pakaian oleh geng motor harus ditunda, Kamis (3/5/18). Sebabnya, penasihat hukum terdakwa tidak hadir dalam persidangan. Sehingga persidangan harus ditunda sampai Selasa (8/5/18).

Penasehat Hukum Terdakwa, Jabbar Bugis mengatakan, pihaknya belum selesai mempersiapkan untuk pembacaan pledoi. Kamungkina siap pada Selasa (8/5) mendatang. “Kemarin saya belum siap, masih dirumuskan terlebih dahulu,” kata Jabbar Bugis.

Dirinya masih berkeyakinan terdakwa masih memiliki kesempatan untuk dihukum ringan, karena menurutnya kedelapan tersangka hanya sebagai peran pembantu, sementara pelaku utamanya sudah di vonis, Senin, (29/1/18) lalu sebanyak 12 orang.

Baca Juga: Terbukti Melakukan Penjarahan Toko, Delapan Anggota Geng Jepang Dituntut 9 Tahun Penjara

“Kami akan lakukan pembelaan, karena sisa anggota Geng Jepang yang akan divonis merupakan pemeran pembantu, sedangkan tersangka utamanya sudah divonis,” ujar Jabbar.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eki Moralita menuntut delapan terdakwa kelompok/genk motor selama sembilan tahun penjara. Para terdakwa terbukti bersalah melanggar ketentuan hukum dalam Pasal 365 Ayat (1) KUHPidana jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Dakwaan Kesatu JPU.

Baca Juga: Ngeri, Ini Video Geng Motor Jarah Toko Baju di Kota Depok, Viral di Medsos

JPU menjerat Terdakwa I Muhtyas Prasetya alias Bogel (18 tahun), Terdakwa II Ahmad Baqir (18 tahun), Terdakwa III Alpin Pratama alias Caong (20 tahun), Terdakwa IV Habibi Albar alias Bibi (18 tahun), Terdakwa V Renaldi Alvares alias Kribi (18 tahun), Terdakwa VI Dhimas Cahyo Pandita Hadiawan alias Karto (18 tahun), Terdakwa VII Aldi Wijaya alias Dendi (18 tahun) dan Terdakwa VIII Adithya Achmad Bachtiarsya (18 tahun) dengan Dakwaan Alternatif.


loading...

Feeds