Terbukti Melakukan Penjarahan Toko, Delapan Anggota Geng Jepang Dituntut 9 Tahun Penjara

SIDANG: Kedepalan tersangka geng jepang saat disidangkan di PN Depok. Rubiakto/Radar Depok

SIDANG: Kedepalan tersangka geng jepang saat disidangkan di PN Depok. Rubiakto/Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Delapan anggota Geng Jepang dituntut 9 tahun penjara, selasa (24/4/18). Dalam sidang Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai Geng jepang terbukti melakukan penjarahan toko pakaian dan menggunakan sejata tajam saat beraksi.

Kedelapan orang yang di vonis selama 9 tahun antara lain, MP alias Bogel (18), BQ (18), AP alias Caong (20), HB (18), RN (18), DM (18), AD (18), AA (18), yang terlibat dalam aksi penjarahan toko pakaian di Jalan Cakalele, Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya.

JPU dalam kasus tersebut, Eki Moralita menuntut selama 9 tahun, karena terbukti melakukan penjarahan dan dilengkapi dengan menggunakan senjata tajam. Sementara itu, Kuasa hukum tersangka, Jabbar Bugis mengatakan, tuntutan JPU terlalu mengada-ada.

Menurutnya kedelapan tersangka merupakan hanya peran pembantu, sementara pelakunya sudah di vonis, Senin, (29/1/18) lalu sebanyak 12 orang.

“Kami akan lakukan pembelaan, karena sisa anggota Geng Jepang yang akan divonis merupakan pemeran pembantu, sedangkan tersangka utamanya sudah divonis,” ujar Jabbar.

Diketahui saat kejadian Geng Jepang ada sekitar 20 orang dalam satu gerombolan, untuk mencari musuh melakukan tawuran. “Rencananya kami mau tawuran, tapi karena tidak ada musuh akhirnya menjarah toko baju,” kata salah satu tersangka saat memberikan keterangan kepada majelis hakim yang dipimpin hakim Oki Basuki Rahman.


loading...

Feeds

Pepen-Tri

Pepen-Tri Dilantik 20 September

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka pengumuman dan usul pengesahan pengangkatan pasangan calon …
Seribu Rasa

Seribu Rasa Hadir di Bekasi

RESTORAN Seribu Rasa membuka cabang ke-9 di kawasan Summarecon Bekasi, tepatnya di JalanBulevar Timur Blok VA nomor 25, seberang Summarecon …