Sebanyak 353 dari 988 Penderita HIV di Kota Depok Ternyata Gay

Ilustrasi Gay

Ilustrasi Gay

POJOKJABAR.com, DEPOK – Ada data baru. Hingga akhir 2017, Komisi Penanggulangan AIDS Kota Depok mencatat, 988 orang penderita HIV berada di Kota Depok. Dari jumlah tersebut, 353 orang di antaranya adalah orang dengan perilaku lelaki seks lelaki (LSL) atau gay.

“Data menyebutkan penularan HIV di antaranya akibat perilaku homo seksual atau LSL,” kata Ketua Lembaga Konsultasi Kesehatan Keluarga (LK3), Wulandari Eka Sari kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Rabu (21/02/2018).

Fenomena penderita HIV hanyalah merupakan puncak gunung es yang terlihat permukaannya saja. Ada banyak permasalahan dibalik semakin meningkat dan menyebarnya penderita HIV AIDS.

Kasus perzinahan dan LGBT merupakan bagian dari permasalahan dibalik puncak gunung es tersebut. Fenomena LGBT yang marak akhir-akhir ini, menunjukkan adanya hal penting yang perlu ditinjau secara cermat terkait perilaku tersebut.

“LGBT dalam format gerakan yang menuntut legalitas agar diakui oleh hukum negara, agama dan sosial kemasyarakatan nyata keberadaannya,” terang Wulan.

Namun, kuatnya norma agama dan norma sosial bangsa Indonesia menyebabkan perilaku LGBT tidak mendapat penerimaan di masyarakat. Hanya saja, pengaruh globalisasi dan perkembangan di bidang sosial, ekonomi, budaya serta teknologi informasi, selain memberi kesempatan manusia Indonesia untuk maju dan berkembang namun juga berdampak pada perubahan dan pergeseran norma kehidupan.

Dia mengatakan, saat ini kenyataannya jumlah organisasi LGBT di negara ini semakin bertambah dan membesar. Sedikit banyak menunjukkan adanya nilai yang mulai bergeser.

Walaupun besarnya fenomena masyarakat yang kontra terhadap perilaku LGBT menunjukkan besarnya kepedulian dan penjagaan masyarakat terhadap berkehidupan sesuai norma yang berlaku di negara ini.

Sementara di sisi lain, keberadaan orang dengan perilaku LGBT tidak semuanya berada dalam barisan gerakan. “Tapi di antara mereka ada yang merasa terjebak, sehingga mereka tidak ingin mengajak orang lain, bahkan mereka membutuhkan upaya pendampingan dalam upaya rehabilitasi,” tuturnya.

Menyikapi hal tersebut, LK3 kota Depok menyiapkan perangkat pendampingan bagi orang yang berperilaku LGBT yang ingin menjalani rehabilitasi dan kembali ke fitrah. “Kami juga lakukan sosialisasi di masyarakat, agar memperhatikan aspek interaksi suami istri dan pola asuh anak sehingga tidak terjadi potensi perilaku LGBT,” bebernya.

loading...

Feeds