Gara-gara Hal Sepele, SPG Cantik di Depok Ini Coba Bunuh Diri

NEKAT: Siti Nurlaela, remaja putri yang nekat ingin loncat ke Kali Licin diselamatkan warga. Aji Hendro/Metro Depok

NEKAT: Siti Nurlaela, remaja putri yang nekat ingin loncat ke Kali Licin diselamatkan warga. Aji Hendro/Metro Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Siti Nurlaela, seorang remaja putri yang bekerja sebagai SPG toko mencoba bunuh diri dengan cara melompat dari jembatan Kali Licin, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, minggu (11/2/18).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, warga RT04/11 Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, ini mencoba ingin terjun dari atas jembatan Kali Licin lantaran sebelumnya sempat cekcok dengan teman prianya, Iman Gozali (25).

Masalahnya pun boleh dibilang sepele, hanya karena ingin melihat HP. Ela, yang hanya tamatan SD, tidak mau memberikan HP saat diminta Gozali. Di situ lah awal mula permasalahan.

Sang kekasih marah dan sempat mengancam akan memutuskan hubungan. Tidak lama kemudian, korban keluar rumah dan nekat mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara lompat dari jembatan Kali Licin.

Namun aksinya berhasil dicegah. Seorang warga, Sulaeman mengatakan pada saat kejadian, sebelum melompat korban sudah keburu pingsan dan ditolong warga. Kemudian, korban yang dalam kondisi pingsan langsung dicarikan angkot dan dibawa ke Polsek Pancoran Mas.

Baca Juga: Hendak Tawuran, Warga Depok Amankan Tiga Anggota Geng Bambu Kuning

Korban yang telah siuman, saat ditanyai mengaku setelah cekcok dengan pacar bermaksud ingin keluar mencari angin. Namun tiba-tiba ada bisikan gaib untuk bunuh diri.

”Pengakuannya seperti ada yang bawa makhluk halus. Namun sebelum loncat, sudah pingsan lalu ditolong warga,” ucap Sulaiman.

Sementara itu, Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Roni Agus Wowor mengatakan 30 menit setelah korban dibawa ke Polsek langsung dijemput ibu korban. Kebetulan pada saat kejadian ada saksi yang mengenal korban sebagai warga Mampang.

“Anggota Bhabinkamtibmas kita wilayah setempat langsung menghubungi keluarga dan ibu bersama saudara korban datang ke Polsek,” katanya.

Kompol Roni meminta kepada korban dan keluarga, termasuk warga Pancoran Mas dan Cipayung untuk menghindari aksi bunuh diri. Pada dasarnya semua persoalan dapat diselesaikan dengan cara baik-baik. Jangan sampai frustasi dan ujung-ujungnya nekat bunuh diri.

(MD/aji/pojokjabar)


loading...

Feeds