10 Kelurahan di Kota Depok Masih BAB Sembarangan

BELUM DIFUN GSIKAN : Spitank komunal yang berada di RT2/13 Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas dekat Situ Rawa Besar belum difungsikan, diketahui bahwa spitank komunal tersebut dibangun pada 2017. Ahmad Fachry/Radar Depok

BELUM DIFUN GSIKAN : Spitank komunal yang berada di RT2/13 Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas dekat Situ Rawa Besar belum difungsikan, diketahui bahwa spitank komunal tersebut dibangun pada 2017. Ahmad Fachry/Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Sebagai penyangah Jakarta dan Kota Metropolintan. Kota Depok terus berupaya menghapuskan prilaku Buang Air Besar (BAB) sembarangan.

Salah satunya, program pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berbagai titik, sehingga Depok bebas BAB sembarangan pada 2021.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, May Haryanti mengatakan, ada empat kelurahan yang bebas BAB sembarangan atau Open Defecation Free (ODF).

Antara lain, wilayah Kelurahan Depok Jaya, Kelurahan Cisalak Pasar, Kelurahan Curug dan Kelurahan Tapos. Sedangkan masih kategori menuju bebas ODF ada 10 wilayah kelurahan.

“Sebab kami melalui Disrumkin membangun spitank dan IPAL Komunal diberbagai daerah. Untuk menuju Depok bebas BAB di 2021,” kata May, kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Rabu (10/01/2018).

Ada pun 10 menuju bebas BAB sembarangan, sebut May ada di Kelurahan Baktijaya satu Kepala Keluarga (KK), Sukatani dua KK, Mekarjaya enam KK, Harjamukti tujuh KK, Sukmajaya 10 KK, Pasir Gunung Selatan 12 KK, Sukamaju baru 14 KK, Pangkalanjati 15 KK, Pangkalanjati Baru 15 KK, dan Kelurahan Kukusan 19 KK.

“Tahun 2018 ini akan ada proyek jamban dari Rumkin. Semoga cepat terselesaikan,” kata May.

Terpisah, Kepala Bidang Permukiman Disrumkim Kota Depok, Herry Restu Gumelar mengatakan, 2018 akan ada pembangunan IPAL komunal di Juni sebanyak pembangunan empat IPAL komunal.

Diantaranya Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kelurahan Pondok Jaya, Kelurahan Cinere, dan Kelurahan Ratu Jaya. Untuk anggaran pembangunannya dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 1.866.745.000. “Satu IPAL komunal mampu menampung limbah dari 35 sampai 40 Kepala Keluarga (KK),” kata Herry.

Pembangunan IPAL tersebut merupakan upaya pemerintah untuk mewujudkan program 100-0-100. Artinya menyediakan 100 persen akses air bersih bagi masyarakat, mengurangi kawasan kumuh hingga 0 persen dan 100 persen sanitasi layak.

“Mudah-mudahan dengan sejumlah upaya yang dilakukan pemerintah, kedepan dapat mewujudkan Depok sebagai kota yang sehat, nyaman dan bebas kumuh,” pungkasnya.

(RD/irw/pojokjabar)


loading...

Feeds