Pasca Dijarah Geng Motor, Toko Fernando Tetap Buka 24 Jam

Ilustrasi Toko Pakaian

Ilustrasi Toko Pakaian

POJOKJABAR.com, DEPOK – Pasca dijarah oleh gerombolan geng motor, Toko Pakaian Fernando yang berlokasi di Jalan Sentosa Raya, Kelurahan Mekar Jaya, Sukmajaya, akan tetap buka 24 jam.

Hal tersebut diungkapkan pemilik toko Fernando Chandra saat ditemui di Polresta Depok, kamis (28/12/17).

“Kami tetap buka 24 jam, kalau kita tutup dan hanya siang saja, mau dimanakan karyawan kita yang kerja pada malam hari,” tuturnya.

Chandra menambahkan, di malam hari ada sekitar empat karyawan yang bertugas. Seandainya tidak buka 24 jam maka karyawannya akan kehilangan
pekerjaan.

“Kita engak buka 24 jam, ya kasihan mereka akan nganggur, apa mereka nanti disuruh jadi maling,” ungkapnya.

Dia mengatakan, sudah setahun ini toko pakaian yang dimilikinya buka 24 jam. Ini dikarenakan Jalan Sentosa merupakan yang 24 jam tidak pernah sepi dilintasi kendaraan. Ia juga menyebut toko lain juga ada yang buka 24 jam.

BACA JUGA: Cs Geng Motor ‘Jepang’ Diburu, Lima Pelaku Masih Buron

“Jalan ini kawasan ramai. Toko dan warung makan kami lihat juga ada yang buka 24 jam juga,” paparnya.

Sebagai langkah mengantisipasi hal yang tidak di inginkan, pihaknya akan melengkapi tenaga keamanan dan penambahan CCTV di area tokonya tersebut. Dia menambahkan, kerugian atas aksi penjarahan mencapai sekitar Rp 13 sampai 14 juta.

“Saya taksir kerugian kurang lebih Rp 13-14 jutaan,” ujarnya.

Karena barang yang dijarah itu ada celana panjang antara 9 -10 lusin yang diambil, belum lagi celana pendek, jaket, kaos, dan pakaian lainnya.

Chandra menegaskan, toko pakaiannya, bukanlah satu-satunya tempat yang jadi korban penjarahan geng motor pada malam itu. Pasalnya, ketika melancarkan aksinya para anggota yang dibonceng turut membawa kardus-kardus berisi snack dan bungkusan makanan.

Di lokasi lain pemilik warteg Kharisma Bahari di Jalan Raya Cinere, Kalimatusadiyah mengatakan, dirinya akan tetap buka 24 jam untuk melayani masyarakat.

“Kami masih trauma sih tapi kini sudah pasang aplikasi panic button sama pak polisi” ungkap perempuan beranak satu ini.

Ia mengaku saat kejadian penyerangan terjadi, dirinya bersama seorang putra dan dua pegawainya sedang menjaga warung. Tiba-tiba dirinya dikejutkan dengan masuknya enam remaja yang masuk sambil membawa celurit.

Pada saat kejadian tiga orang yang sedang makan diancam pelaku sambil menggunakan celurit untuk menyerahkan telepon genggam. Setelah merampas telepon genggam, pelaku lalu mengambil motor milik salah satu korban juga.

“Saya bersembunyi untuk menyelamatkan diri di dalam kamar mandi dan suami serta putra dan pegawai di lantai dua segera bersembunyi dibalik apapun,” terangnya.

Setelah pelaku mencuri hand phone milik korban, lanjutnya Sadiyah, pelaku langsung membacok sekitar punggung salah satu korban. Bukan itu saja, para pelaku juga memecahkan kaca etalase makanan dan kaca depan dengan celurit.

“Pelaku juga mengambil uang penjualan semalam Rp 250 ribu pecahan serta recehan dari dalam laci. Setelah itu langsung memecahkan kaca depan dan etalase lauk pauk dan pergi menggunakan tiga motor,” ungkapnya.

(MD/aji/pojokjabar)


loading...

Feeds

Jumeokbap,nasi kepal Jepang yang diminati lidah orang Indonesia. Foto: Apridista Siti Ramdhani/Radar Cirebon

Jumeokbap ala Cirebon Menggoda Mulut

POJOKJABAR.com, CIREBON– Onigiri adalah nasi kepal khas Jepang yang tidak asing di kalangan umum. Di kota-kota besar, seperti di minimarket …