Cs Geng Motor ‘Jepang’ Diburu, Lima Pelaku Masih Buron

TENGOK: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna bersama Wakapolresta Depok, AKBP Arif Budiman, berdialog dengan para tersangka geng motor yang berhasil diamankan, kamis (28/12). Junior/Radar Depok

TENGOK: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna bersama Wakapolresta Depok, AKBP Arif Budiman, berdialog dengan para tersangka geng motor yang berhasil diamankan, kamis (28/12). Junior/Radar Depok

Ditanya soal potensi Pemkot Depok membubarkan geng motor, Pradi menilai hal tersebut bisa saja dilakukan. Namun begitu, ia ingin agar upaya pembubaran dilakukan lewat langkah-langkah persuasif.

“Kedatangan saya ini, sekalian pula memberi apresiasi kepada Pemkot Depok yang mampu mengungkap kasus ini, tak kurang dari 24 jam. Saya juga menilai baik adanya aplikasi Panic Button dan Halo Polisi,” tegas politikus Gerindra ini.

Pradi melanjutkan, upaya menekan geng motor ini, juga akan digenjot lewat ketersediaan infratsruktur. Semisal, di 2018 Pemkot Depok akan menambah titik-titik kamera CCTV. Tak main-main, bakal ada penambahan 100 titik CCTV. “Kami juga akan menambah ruang terbuka bagi anak muda mengekspresikan diri. 2018, Depok juga akan ada alun-alun,” tegasnya.

Dimaafkan, Proses Hukum Jalan Terus

Ditemui di Polresta Depok, Pemilik Toko Fernando, Candra (26) mengaku senang dengan ditangkapnya geng motor yang menjarah tokonya. Pasalnya, kata dia, aksi-aksi semacam ini tentu sangat meresahkan warga, terutama kalangan pengusaha seperti dirinya. “Kalau bicara maaf, saya sudah maafkan. Tapi tentu proses hukum harus berjalan. Saya ingin mereka dihukum seberat-beratnya,” ungkap Candra.

Ia menaksir, kerugiannya dari aksi geng motor ini mencapai Rp14 juta. Adapun rincian barang yang dijarah, yakni 120 pis celana penjang, 11 pis celana pendek, jaket lima pis, serta baju satu lusin.

Senada diutarakan oleh Mikhael, tukang nasi goreng di Meruyung yang turut menjadi korban kebuasan geng motor. Ia ingin agar anak-anak bangor ini dihukum berat supaya kapok.

Mikhael, tukang nasi goreng di Meruyung, memenuhi panggilan penyidik. Dia merukana salah satu korban ada kebuasan geng motor.

Mikhael, tukang nasi goreng di Meruyung, memenuhi panggilan penyidik. Dia merukana salah satu korban ada kebuasan geng motor.

“Setelah saya melihat pisau yang ditunjukan (oleh penyidik), saya yakin geng ini yang menyerang saya. Soalnya sama persis saat saya dirampok,” ujarnya.

Ia menuturkan peristiwa terjadi malam hari. Ketika tengah menjalan usahanya, tiga orang kawanan geng motor menyambanginya. Modalnya senjata tajam (sajam) jenis celurit. Ukurannya besar. “Mereka datang dengan satu motor. Pura-pura beli. Saat saya sedang masak, leher saya kemudian dikalungi celurit dan perut saya ditodong pisau,” kata dia.

Sudah dalam posisi terjepit seperti itu, Mikhael tentu tak bisa berbuat apa-apa. Ponsel dan uang sebesar Rp160 ribu dari laci gerobak digasak. “Untung saja uang yang ada di kantong celana tak diambil,” pungkasnya.

(RD/jun/pojokjabar)


loading...

Feeds