Cs Geng Motor ‘Jepang’ Diburu, Lima Pelaku Masih Buron

TENGOK: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna bersama Wakapolresta Depok, AKBP Arif Budiman, berdialog dengan para tersangka geng motor yang berhasil diamankan, kamis (28/12). Junior/Radar Depok

TENGOK: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna bersama Wakapolresta Depok, AKBP Arif Budiman, berdialog dengan para tersangka geng motor yang berhasil diamankan, kamis (28/12). Junior/Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Polisi kembali menangkap anggota geng motor yang belum lama ini bikin ulah di Toko Pakaian Fernando, Sukmajaya. Rabu (27/12) malam, Satuan Reskrim Polresta Depok mengamankan tiga orang anggota geng motor yang melabeli diri sebagai Rawamaya Beji Rasta (RBR).

Mereka yang ditangkap, yakni Mutias Prasetya alias Bogel (ketua geng), Dimas Cahyo alias Karto, dan Reynaldi Alfares alias Kribi. Seluruhnya masih berusia 18 tahun. Diketahui, aksi penjarahan di toko Fernando dilakukan oleh bermacam geng.

Selain RBR, turut pula dilakukan oleh Geng Jepang dan Geng DBG. Mereka janjian beraksi lewat media sosial (medsos). “Dari tiga orang yang sudah kami amankan ini, statusnya sudah menjadi tersangka,” ujar Kapolresta Depok, AKBP Didik Sugiarto kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Kamis (28/12/2017).

Didik mengatakan, dengan ditetapkannya tiga tersangka baru. Berarti kini, ada sebanyak 15 tersangka geng motor yang sudah diamankan. “Peran tiga tersangka (baru) ini beragam. Ada yang sebagai joki (pengemudi motor) dan eksekutor,” jelasnya.

Lebih lanjut, mantan Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya ini menuturkan, pihaknya juga telah mengidentifikasi lima pelaku lain yang kini masih dalam pengejaran.

Kembali kepada Geng RBR. Didik menuturkan, penyidik masih terus menggali keterangan, ihwal kemungkinan ada titik kejahatan lain yang dilakukan mereka. Artinya, tidak ada di toko pakaian saja.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengaku prihatin atas kejadian ini. Lebih-lebih, ia mengetahui ada pelaku yang masih dibawah umur. Ada juga tiga tersangka perempuan pada kasus ini.

“Saya datang kesini (Polresta Depok) dalam rangka mencari formulasi, sehingga kasus ini tak terulang lagi,” ungkap Pradi saat melihat langsung tersangka geng motor di Polresta Depok.

Pradi menuturkan, munculnya geng motor tentu menjadi catatan tersendiri bagi Pemkot Depok. Tentu, akan ada langkah-langkah pembinaan. Karena ada sejumlah tersangka yang putus sekolah. “Untuk langkah terdekat, kami akan siapkan pembimbing rohani,” terangnya.


loading...

Feeds

Ilustrasi Pilkades

Bakal Calon Kades Setia Mekar Mundur

SALAH seorang bakal Calon Kepala Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, memilih mengundurkan diri dari peroses pencalonan saat hari terakhir …