Empat Anggota Geng Motor ‘Jepang’ Masih Buron, Delapan Pelaku Jadi Tersangka

TERSANGKA: Polisi menetapkan delapan tersangka dalam aksi penjarahan toko baju Fernando. Tujuh dari delapan tersangka tersebut adalah remaja yang ditangkap, Senin (25/12). Ade/Radar Depok

TERSANGKA: Polisi menetapkan delapan tersangka dalam aksi penjarahan toko baju Fernando. Tujuh dari delapan tersangka tersebut adalah remaja yang ditangkap, Senin (25/12). Ade/Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Polresta Depok terus bergerak cepat dalam mengungkap kasus penjarahan toko baju Fernando, yang ada di Jalan Sentosa Raya, Mekarjaya, Sukmajaya, Minggu (24/12) dini hari.

Dari 26 pelaku yang ditangkap, polisi menetapkan tujuh orang tersangka. Mereka diduga berperan penting dalam aksi penjarahan tersebut.

Kapolresta Depok, AKBP Didik Sugiarto menyebutkan, empat dari tujuh tersangka masih berusia di bawah umur. Mereka adalah AP (20), AB alias A (18), FR (17), AG alias F (16), BA (16), EA (18), dan YA (17).

“Semua kami tahan, yang kategori anak (18 tahun ke bawah), kami tahan tujuh hari dan menerapkan sistem peradilan anak. Sedangkan yang dewasa (18 tahun ke atas), sesuai KUHP kami lakukan penahanan 20 hari ke depan,” kata Didik kepada wartawan di halaman Mapolresta Depok, Selasa (26/12).

Terbaru, polisi menangkap pelaku berinisial DW alias BL (16) pada Selasa (26/12) dini hari, dan statusnya langsung dinaikan sebagai tersangka. “Jadi, totalnya ada delapan yang kami tetapkan sebagai tersangka,” tegas Didik.

Namun, hal itu masih belum maksimal. Diduga masih ada empat pelaku perampokan bersenjata tajam ini yang masih buron. Saat ini personel Reskrim Polresta Depok masih memburu empat tersangka, dua di antaranya diduga pemimpin geng ‘Jepang’ yang waktu kejadian terekam CCTV toko memakai celurit. “Masih ada beberapa orang yang melarikan diri dan masih buron,” ujar Didik.

Sementara itu, remaja lainnya yang tidak terlibat telah dikembalikan kepada keluarga, dengan syarat orang tua bersangkutan harus mengawasi dan mendidik anaknya.

“Yang terlibat aksi kriminal di toko tersebut tentu kami proses hukum. Dan yang tidak terlibat akan dikembalikan kepada keluarga dengan persyaratan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Khalis Aryana mengatakan, penyidik masih terus estafet dalam mengungkap kasus tersebut. Pihaknya telah melakukan olah TKP yang diduga sebagai markas dari geng trsbut.

“Olah TKP ini guna mendalami tingkat keterlibatan dari masing-masing anggota geng ‘Jepang’ ini sekaligus mencari bukti-bukti baru terkait keterlibatan empat orang lagi yang masih dalam pengejaran,” kata Putu.

Hasil penyelidikan, lanjut Putu, sebelum para pelaku melancarkan aksinya di Sukmajaya, mereka juga banyak melakukan aksi di tempat lain di Kota Depok antara lain di Sawangan dan Limo. “Penyidik telah menarik 3-5 laporan polisi yang ada dipolsek Sawangan dan Limo guna melengkapi proses penyidikan,” tutur Putu.

Putu mengatakan, belum diketahui motif dari aksi para pelaku tersebut. Namun, dari hasil pengakuan pelaku, mereka mengincar calon korbannya secara random.


loading...

Feeds

Jumeokbap,nasi kepal Jepang yang diminati lidah orang Indonesia. Foto: Apridista Siti Ramdhani/Radar Cirebon

Jumeokbap ala Cirebon Menggoda Mulut

POJOKJABAR.com, CIREBON– Onigiri adalah nasi kepal khas Jepang yang tidak asing di kalangan umum. Di kota-kota besar, seperti di minimarket …