Brutal, Sekelompok Pemuda Bersepeda Motor di Depok, Keroyok dan Bacok Pemilik Warung

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, DEPOK – Sekelompok pemuda yang mengendarai sepeda motor atau geng motor membacok pemilik warung sembako, Ismail Marzuki, Senin malam (18/12/17) .

Kapolsek Bojonggede AKP Agus Koster mengatakan kejadian diketahui pada Senin (18/12) malm di Kp Blok Cengkeh, Gang Hanura RT.01/07, Desa Kedung Waringin, Bojonggede.

Kejadian berawal dari saat para pelaku baru pulang dari olahraga futsal melewati depan toko sembako milik Ismail Marjuki (51). Saat itu korban menuduh pelaku mencuri tabung gas. Selain itu, korban menyebut pacar pelaku sebagai jablay.

Pelaku tidak menerima perkataan dari korban yang menyebut disebut sebagai pencuri dan pacarnya dikatakan jablay. Pelaku pun pulang untuk memanggil teman-temannya dan langsung mengeroyok korban.

Tidak hanya sampai di situ, para pelaku pun menebaskan cerulit yang mengenai tangan korban hingga nyaris putus.

Setelah adanya laporan, petugas Polsek Bojonggede langsung melakukan penyelidikan dan tidak kurang dari 1×24 jam pelaku berjumlah empat orang berhasil dibekuk, yaitu AJ (21), yang menjadi otak pelaku, MKZ (21), FA (17) pelajar SMK kelas 3, dan AFA (17) pelajar SMK kelas 2.

“Dari keempat pelaku yang kita amankan, dua diantaranya masih pelajar SMK. Para pelaku masing-masing ditangkap di rumahnya kawasan Bojonggede. Pelaku AJ yang membacok korban sedangkan ketiga temannya ikut mengeroyok,” katanya.

Barang bukti yang berhasil disita, lanjut AKP Agus, berupa sebilah celurit yang dijadikan alat untuk membacok korban hingga terluka. Luka yang dialami korban akibat bacokan celurit pelaku pada pergelangan tangan sebelah kanan yang sobek nyaris putus. Korban juga mengalami luka lebam pada mata sebelah kiri akibat dipukul.

Akibat perbuatannya tersebut, keempat pelaku dikenakan Pasal 170 KUHP dengan ancaman diatas 10 tahun. Sedangkan untuk pelaku di bawah umur akan ditangani penanganan hukum khusus bekerjasama dengan Bapas.

Sementara itu, pengakuan pelaku AJ, sebelumnya tidak ada niat mau membacok korban yang sebelumnya sudah saling menhenal.

“Tadinya saya hanya ingin menegurnya atas perkataan tuduhan korban saya sebagai pencuri dan pacar dikatakan jablay. Tapi spontan emosi memanggil temen-temen juga sambil mengambil celurit di rumah langsung menghajarnya,” katanya.

AJ mengaku rasa penyesalannya terhadap apa yang telah diperbuatnya.”Saya menyesal terhadap semua tindakan ke korban,” katanya.

(MD/Aji/pojokjabar)


loading...

Feeds

Jumeokbap,nasi kepal Jepang yang diminati lidah orang Indonesia. Foto: Apridista Siti Ramdhani/Radar Cirebon

Jumeokbap ala Cirebon Menggoda Mulut

POJOKJABAR.com, CIREBON– Onigiri adalah nasi kepal khas Jepang yang tidak asing di kalangan umum. Di kota-kota besar, seperti di minimarket …