Sebanyak 30 Pelaku Usaha di Kota Depok Dapat Sertifikat Halal

Foto Ilustrasi: Label halal MUI

Foto Ilustrasi: Label halal MUI

POJOKJABAR.com, DEPOK – Kurun tahun 2017, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok memfasilitasi pembuatan sertifikat halal kepada para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Jumlahnya sebanyak 30 orang.

“Kami hanya fasilitasi saja,” kata Kepala Bidang Perindustrian Disdagin Kota Depok, Martinho Vaz kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Jumát (15/12/2017).

Sertifikat halal perlu guna memberikan jaminan mutu produk yang dihasilkan para pelaku IKM di Kota Depok. Untuk mendapatkan sertifikat halal, kata dia, para pelaku IKM harus melengkapi berkas permohonan halal ke Disdagin. Lalu setelah itu akan ditindaklanjuti ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat.

“Jenis produk yang kita fasilitasi mendapatkan sertifikat halal ini beragam. Tapi kebanyakan para pelaku IKM makanan dan minuman,” sambungnya.

Tujuan dari pemberian sertifikat halal memberikan jaminan kepada konsumen terhadap produk yang diproduksi di Kota Depok, bahwa produk tersebut layak untuk dikonsumsi. Selain itu, juga untuk menjamin kepastian pasar terhadap produk yang dihasilkah.

“Karena apabila produk tersebut terdapat label halal, maka akan menguntungkan baik produsen maupun konsumen yang membeli,” kata Martinho.

Kedepan, kata dia, jumlah para pelaku usaha kecil bertambah, seiring tingginya kesadaran pelaku usaha dalam mematuhi aturan yang berlaku.

“Kami berharap para pelaku IKM yang difasilitasi mendapatkan sertifikat halal dapat lolos verifikasi dari MUI,” lanjutnya.

Secara terpisah, Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, Hermanto mengapresiasi langkah pemkot memberikan fasilitas sertifikat halal kepada pelaku usaha.

Karena dengan adanya sertifikat halal dapat menyakinkan para konsumen membeli makanan dan lainnya.

“Mayoritas penduduk Depok muslim, jadi perlu keyakinan pembeli bahwa makanan yang dimakan halal,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

Tahun depan Disdagin harus bisa lebih banyak memberikan dan membantu membuatkan sertifikat halal. “Kami minta jangan hanya 30 orang yang dapat. Tapi bisa lebih,” katanya.

(RD/irw/pojokjabar)


loading...

Feeds