Lagi dan Lagi Siswa SMP di Depok Tawuran, Dua Pelajar Bawa Celurit Diamankan

RINGKUS : Kanit Binmas Polsek Panmas, AKP Supadmi (kanan) saat menunjukkan siswa SMP Pancoranmas yang kedapatan hendak tawuran di wilayah Lembah Gurame. Ade/Radar Depok

RINGKUS : Kanit Binmas Polsek Panmas, AKP Supadmi (kanan) saat menunjukkan siswa SMP Pancoranmas yang kedapatan hendak tawuran di wilayah Lembah Gurame. Ade/Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Dinas Pendidikan (Disdik) Depok harus ambil sikap dan punya terobosan dalam mengatisipasi tawuran. Baru beberapa hari lalu ada siswa MTS yang meninggal, nah kamis (14/12/17) dua SMP kembali pecah tawuran di Lembah Gurame, Pancoranmas.

Kapolsek Pancoranmas, Kompol Roni Wowor mengatakan, penangkapan siswa tersebut dilakukan anggotanya setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, adanya siswa sekolah yang berkerumun di sekitaran Taman Lembah Gurame, Kelurahan Depok Jaya, Pancoranmas.

“Setelah mendapatkan laporan anggota kami yang sedang melakukan patroli langsung meluncur ke TKP,” kata Roni saat dikonfirmasi Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Kamis (14/12/2017).

Roni mengatakan, anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Depok Jaya, Brigadir Edy bersama Kanit Binmas Polsek Pancoranmas AKP Supadmi langsung mengamankan dua anak lengkap dengan barang bukti berupa senjata tajam jenis celurit.

“Diduga dua anak ini hendak tawuran, beruntung warga segera melaporkan kejadian tersebut dan kami berhasil menggagalkan rencana mereka,” lanjut Roni.

Kedua anak tersebut antara lain GR (15) dan MR (14), keduanya merupakan siswa sekolah SMP Pancoranmas. Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan yakni 2 buah celurit dan 1 buah gesper.

Diketahui dengan adanya peristiwa tersebut semakin memperpanjang deretan kasus tawuran antar pelajar di Kota Depok khususnya di wilayah hukum Polsek Pancoranmas. Untuk itu, sebagai langkah antisipasi, Roni mengatakan pihaknya menggencarkan patroli.

“Kita upayakan setiap jamjam rawan kita sudah lakukan patroli ke tempat-tempat yang sudah kami petakan merupakan titik rawan,” tegas Roni.

Ia mengatakan, adapun obyek patroli meliputi jembatan serong, hek, dan mampang. Pihaknya telah melakukan antisipasi dengan melakukan patroli di jam jam rawan seperti jam pulang sekolah. “kadang kita merubah jam patroli kita,” pungkasnya.

(RD/ade/pojokjabar)


loading...

Feeds