Pemkot Depok Kucurkan Dana Rp4,5 M untuk Posyandu-Posbindu

NAIK: Walikota Depok Mohammad Idris saat menghadiri kegiatan pemberian Dana Penguatan Posyandu dan Posbindu se-Kota Depok di Gedung Baleka II, kemarin.

NAIK: Walikota Depok Mohammad Idris saat menghadiri kegiatan pemberian Dana Penguatan Posyandu dan Posbindu se-Kota Depok di Gedung Baleka II, kemarin.

POJOKJABAR.com, DEPOK – 1.015 pos pelayanan terpadu (posyandu) dan 704 pos pembinaan terpadu (posbindu) di Kota Depok bakal ketiban rejeki nomplok. Pemkot Depok segera menggulirkan dana penguatan untuk tahun 2017 yang nilainya mencapai Rp4,5 miliar.

“Masing-masing posyandu dapat Rp3,5 juta dan posbindu Rp1,7 juta,” kata Kepala DPAPMK Kota Depok, Eka Bachtiar, Selasa (5/12/17).

Dijelaskan Eka, bantuan penguatan bagi pengurus posyandu dan posbindu untuk kegiatan di masyarakat. Seperti melakukan kegiatan penimbangam balita dan pemberian makanan tambahan.

“Dana itu untuk operasional,” katanya. Di lokasi yang sama, Walikota Depok, Mohammad Idris mengajak seluruh kader posyandu memperhatikan tiga komponen penting dalam pengelolaan posyandu, yakni integritas, sinergitas, dan kapasitas diri.

Tiga komponen itu diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi ibu dan balita saja, tapi juga seluruh lapisan masyarakat di Kota Depok.

“Konsep pelayanan saat ini multifungsi, tidak hanya bagi ibu dan anak, tapi keluarga bahkan lansia. Tentunya, tiga komponen itu harus dipunya kader posyandu, khususnya para ketua posyandu,” ujarnya.

Ketua dan kader posyandu juga harus berintegritas, karena merupakan modal dasar tercapainya tingkat partisipasi masyarakat yang datang ke posyandu. Dengan kapasitas yang mumpuni, para kader dan ketua posyandu akan dapat memberikan pencerahan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada masyarakat sekitar posyandu.

“Sinergitas dengan kecamatan, kelurahan, LPM, maupun perangkat daerah pun sangat dibutuhkan untuk perkembangan dan penguatan peran posyandu. Serta sinergi dengan dunia usaha, karena posyandu tidak bisa sepenuhnya hanya mengandalkan dana dari pemerintah saja,” kata Idris.

Ia juga berharap, para kader posyandu terlibat sebagai kader perubahan dari sisi lingkungan dan kebersihan. Menurutnya, kebersihan dimulai dari rumah, lingkungan, dan berlanjut ke tingkat kecamatan. Maka dengan upaya itu, bukan tidak mungkin akan tercipta Kota Depok yang sehat dan bersih.

“Kader posyandu harus jadi kader perubahan. Perubahan bagi wilayah dan lingkungan yang lebih sehat dan bersih,” tutup Idris.

(RD/irw/pojokjabar)


loading...

Feeds

Obrolan Bersama Pojokjabar Tentang Pilbup Bogor di Graha Pena, Kamis (14/12/2017)

Pilbup 2018 di Mata Kader PDIP

POJOKJABAR.com, BOGOR– Sejumlah tokoh di Kabupaten Bogor yang ramai di media soal bursa pencalonan cabup/cawabup, dipertemukan Pojokjabar.com di Graha Pena …