Nasabah Kecewa, Sidang Tuntutan 27 Terdakwa Pandawa Ditunda Lagi

KEMBALI DITUNDA: Salman Nuryanto, terdakwa pemimpin Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa bersama leadernya saat akan menjalani sidang dalam agenda pembacaan tuntutan yang kembali ditunda karena berkas jaksa penuntut umum yang belum lengkap di Pengadilan Negeri Kota Depok, senin (20/11/17). Ade/Radar Depok

KEMBALI DITUNDA: Salman Nuryanto, terdakwa pemimpin Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa bersama leadernya saat akan menjalani sidang dalam agenda pembacaan tuntutan yang kembali ditunda karena berkas jaksa penuntut umum yang belum lengkap di Pengadilan Negeri Kota Depok, senin (20/11/17). Ade/Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Lagi, persidangan kasus dugaan penipuan dan penggelapan investasi fiktif Pandawa Grup ditunda, senin (20/11/17). Sidang yang sudah memasuki agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) tersebut, kembali ditunda dengan alasan berkas tuntutan belum siap untuk dibacakan dimuka persidangan.

Salah seorang JPU, Putri Dwi Astrini dalam persidangan mengatakan, pihaknya meminta maaf kepada majelis hakim karena berkas tuntutan belum siap. Ia beralasan ketelitian dalam pengerjaan berkas tuntutan dalam kasus tersebut sangat diperlukan mengingat terdakwa, saksi, dan barang bukti yang sangat banyak.

“Sebelumnya saya meminta maaf kepada majelis hakim, karena kami belum siap untuk membacakan berkas tersebut, alasannya terdakwa, saksi dan barang buktinya sangat banyak, jadi butuh ketelitian bagi kami untuk mengerjakan berkas itu, kami meminta waktu lagi,” kata Putri dihadapan majelis hakim dan ratusan peserta sidang.

Putri melanjutkan, pihaknya meminta kelonggaran waktu lagi kepada majelis hakim untuk menunda persidangan hingga Kamis (23/11/17). “Kami memohon kepada yang mulia untuk diberikan kesempatan sampai hari kamis, terimakasih yang mulia,” lanjut Putri.

Hal tersebut lantas membuat para peserta sidang yang didominasi oleh nasabah sekaligus korban bisnis, yang dijalankan oleh Dumeri alias Salman Nuryanto dan kawan kawan, geram dan memaki hakim dan jaksa yang dinilai tidak kooperatif dalam menyidangkan kasus tersebut.

Namun, majelis hakim yang diketuai oleh Yulinda Tri Murti Asih dengan hakim anggota YF Tri Joko dan Sri Rejeki Marsinta, bersikap tegas untuk menenangkan para peserta sidang dengan mengetukkan palunya.


loading...

Feeds

Obrolan Bersama Pojokjabar Tentang Pilbup Bogor di Graha Pena, Kamis (14/12/2017)

Pilbup 2018 di Mata Kader PDIP

POJOKJABAR.com, BOGOR– Sejumlah tokoh di Kabupaten Bogor yang ramai di media soal bursa pencalonan cabup/cawabup, dipertemukan Pojokjabar.com di Graha Pena …