Hari Anak Sedunia, Kasus Asusila di Kota Depok Mendominasi

Ilustrasi tindak asusila.

Ilustrasi tindak asusila.

POJOKJABAR.com, DEPOK – Era milenial atau zaman now tidak hanya mengubah gaya hidup masyarakat saat ini. Bahkan perilaku kejahatan pun demikian. Untuk itu, orang tua agar lebih memperhatikan anaknya.

Kasus kekerasan perempuan dan anak yang terdata serta ditangani Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Mayarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok trenya naik dibandingkan 2016 lalu yang hanya 36 kasus.

“Kasusnya naik dari tahun lalu, kami menghitung ada 86 kasus kekerasan anak dan perempuan dari awal tahun hingga Oktober,” kata Kabid Tumbuh Kembang dan Pengembangan Kota Layak Anak DPAPMK, Yulia kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group) di ruangannya, Senin (20/11/17).

Adanya peningkatan kasus kekerasan pada anak ini jelas Yulia, disebabkan masyarakat sudah mulai berani melaporkan kasus kekerasan.

Ini ditambah juga dengan adanya tim cepat tanggap. Mereka melaporkan kasus kekerasan kepada anak di kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Anak dan Perempuan (P2TP2A).

”Memang dulu banyak warga atau pengurus RT/RW yang masih takut untuk melaporkan, tapi sekarang sudah tidak takut,” ungkap Yulia.

Di sisi lain, ia pun tak menampik bila masih banyak kasus yang tidak terdata oleh dinas. Yulia menyebutkan, dari jumlah kekerasan kepada anak dan perempuan di Kota Depok, paling banyak kasus asusila atau kekerasan pelecehan seksual. Meski pun data yang ada di pihaknya berbeda dengan data dari Polresta Depok.


loading...

Feeds

Suspect Difteri

5 Warga Bekasi Suspect Difteri

Penderita Difteri di Kota Bekasi bertambah. 5 orang dinyatakan positif suspect penyakit mematikan itu. Kelimanya berada di sejumlah rumah sakit …