Benahi Transportasi Online di Depok, Pengamat: Buka karena Investasi Swasta

AKTIFITAS OJEK ONLINE: Sejumlah pengendara ojek online sedang berlalu-lalang di kawasan Jalan Sejajar Rel, Pancoranmas, Kota Depok. Angkutan daring kini menjadi salah satu transportasi yang cukup populer dikalangan masyarakat, karena dianggap lebih praktis. Ahmad Fachry/Radar Depok

AKTIFITAS OJEK ONLINE: Sejumlah pengendara ojek online sedang berlalu-lalang di kawasan Jalan Sejajar Rel, Pancoranmas, Kota Depok. Angkutan daring kini menjadi salah satu transportasi yang cukup populer dikalangan masyarakat, karena dianggap lebih praktis. Ahmad Fachry/Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Pemerintah telah merevisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26/2017 tentang, penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek atau transportasi online.

Dengan begitu tranportasi konvensional dan online bersaing ketat. Nah, Seperti apa transportasi yang pantas di Kota Depok, berikut penjabaran jurnalis Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Ade Ridwan Yandwiputra dan Irwan Supriyadi.

Sangat jelas dalam beleid (aturan Permenhub) tersebut, pemerintah menetapkan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menjadi perencana kebutuhan transportasi online yang berada di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Dalam hitungan BPTJ, jumlah transportasi online jenis taksi yang dibutuhkan masyarakat Jabodetabek hanya sekitar 90 ribuan armada. Di Depok hingga kini masih mengkaji berapa yang pantas kuota untuk transportasi online.

Pengamat Kebijakan Transportasi Publik Universitas Indonesia, Lisman Manurung mengatakan, layanan online itu sudah merupakan keniscayaan. Dengan adanya teknologi yang menyatukan komunikasi dan informasi, maka seluruh proses komunikasi serasa cuma berjarak 1/2 meter padahal terpisah oleh macam-macam pemisah. “Dan sekarang masuknya ke ranah bisnis salah satunya ojek online, ini merupakan kemajuan zaman,” kata Lisman.

Lisman menilai, dengan kemajuan zaman tersebut, secara tidak langsung berdampak pada pola pikir masyarakat yang lebih cerdas. Mereka menggunakan ojek online karena bisa pastikan waktu ketibaan di tujuan, dapat lebih leluasa dibanding transportasi lain, dapat dipanggil dari mana saja, dan ada garansi tentang pengemudinya.


loading...

Feeds