Setahun JKN-KIS Kota Depok Dianggarkan Rp700 M

IMBAU: Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Depok, Maya Febriyanti Purwandari memberikan pemaparan mengenai program JKN-KIS di Kota Depok. Fahmi/Radar Depok

IMBAU: Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Depok, Maya Febriyanti Purwandari memberikan pemaparan mengenai program JKN-KIS di Kota Depok. Fahmi/Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Para peserta JKN-KIS di Kota Depok yang berjumlah sekitar 1,1 juta jiwa, diharapkan disiplin membayar iuran tiap bulannya dan tidak menunggak.

Pasalnya, anggaran yang harus dikeluarkan BPJS Kesehatan Kota Depok, untuk pembiayaan pelayanan kesehatan peserta JKN-KIS mencapai Rp700 miliar pertahun.

“Jumlah peserta JKN-KIS yang tidak aktif membayar iuran mencapai 190 ribu orang. Jumlah tunggakannya mencapai Rp90 miliar per tahun,” ungkap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Depok, Maya Febriyanti Purwandari, kepada awak media di Depok, rabu (11/10/17).

Tunggakan pembayaran iuran tersebut, kata Maya, memang tidak berpengaruh secara langsung kepada BPJS Kesehatan Kota Depok. Namun, hal ini akan mempengaruhi program JKN-KIS secara nasional. Karena itulah, BPJS Kesehatan Kota Depok terus berupaya mencari solusi.

Agar para peserta yang menunggak iuran bisa tetap bisa aktif dan terdaftar dalam program JKN-KIS. Sebab, peserta yang dua bulan berturutturut tidak melaksanakan kewajibannya membayar iuran, kepesertaannya akan dinonaktifkan.

“Kita tentunya ingin seluruh warga bisa tercover jaminan kesehatannya. Jangan sampai mereka tidak aktif kepesertaannya, sehingga saat mengalami sakit dan membutuhkan biaya besar untuk pengobatan akan mengalami kesulitan,” tegasnya.

Maya menjelaskan, ada dua kelompok peserta yang tidak aktif, yaitu yang tidak mau membayar iuran JKN-KIS karena tidak mampu. Sedangkan yang kedua adalah kelompok yang tidak punya waktu untuk membayar.



loading...

Feeds