Sebanyak 15.743 Obat Terlarang Disita BNN dan Satresnarkoba Polresta Depok

BUKTI: Obat keras yang diamankan BNN dan Satresnarkoba Polresta Depok memperlihatkan kepada publik di kantor Polresta Depok, kamis (21/9/17). Irwan/Radar Depok

BUKTI: Obat keras yang diamankan BNN dan Satresnarkoba Polresta Depok memperlihatkan kepada publik di kantor Polresta Depok, kamis (21/9/17). Irwan/Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Badan Narkotika Nasional (BNN) Depok dan Satresnarkoba Polresta Depok, menggeledah toko obat di Jalan Pekapuran, Kecamatan Tapos, Selasa (19/9/17). Hasilnya, 15.743 butir obat keras berhasil ditemukan dan disita.

Jenis obat yang disita seperti, Tramadol, Heximer, Tramadol Dexa, Trihex, Dumolid, Aprazolam dan Reklon Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok, AKBP Hesti Cahyasari mengaku, sudah menerima laporan mengenai toko-toko obat di Depok yang menjual obat keras ilegal. “Laporan masih ada beberapa toko yang lain.

Jadi memang ada indikasi obatnya ini dijual secara ilegal,” ujar Hesti kepada Harian Radar Depok di Mapolresta Depok, Kamis (21/09/2017).

Tidak hanya menyita obat keras saja, calon pembeli dan penjaga toko juga diamankan. Dari hasil pemeriksaan umumnya mereka membeli obat keras untuk penenang.

Lalu Hesti menyebutkan, para pengguna obat keras yang diamankan akan direhabilitasi di panti sosial. “Setelah ini akan dilakukan tes urine dan di assesment. Kemudian baru ditentukan apakah akan direhabiliasi secara sosial atau medis,” kata Hesti.

Ia menguiungkapkan obat-obat keras yang disita di Depok diketahui adalah obat golongan 4. Pengunanya, kata dia, harus atas seizin dokter. Namun di toko obat, pembeli dapat membeli secara bebas berapapun jumlahnya.


loading...

Feeds