3.817 Nyawa Lansia di Kota Depok Terancam di Jalur SSA

MELAJU KENCANG: Kendaraan melaju dengan kencang saat melintas di Jalan Nusantara Raya yang diterapkan Sistem Satu Arah (SSA), Rabu (13/9/17). Ahmad Fachry/Radar Depok

MELAJU KENCANG: Kendaraan melaju dengan kencang saat melintas di Jalan Nusantara Raya yang diterapkan Sistem Satu Arah (SSA), Rabu (13/9/17). Ahmad Fachry/Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Jalur Sistem Satu Arah (SSA), yakni Jalan Nusantara, Arif Rahman Hakim, dan Dewi Sartika bisa dikatakan bahaya bagi lansia. Kota Depok yang kini mengaungkan Ramah Lansia, sepertinya tidak lagi ramah.

Keladinnya, di Kelurahan Depok Jaya, Pancoranmas terdapat 3.817 lansia. Apalagi, belum lama di jalur tersebut ada terjadi kecalakaan yang dialami seorang ibu.

Ketua Paguyuban Werdatama Jaya (PWJ) Kota Depok, Marsono mengatakan, bila program SSA dilanjutkan di ruas Jalan Nusantra harus ada infrastruktur pendukung bagi lansia. Sehingga tidak terjadi yang diinginkan seperti kecelakaan lalu lintas seperti rabu (13/9/17).

Ada pun pendukung infrastruktur, kata dia, salah satunya harus ada tempat titik penyebarangan ramah lansia. “Ini menjadi bahan evaluasi SSA, dimana Kota Depok sebagai Kota Ramah Lansia,” kata Marsono kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Rabu (13/09/2017).

Tidak dipungkiri, sambung Marson o di Jalan Nusantara itu jumlah lansia PWJ banyak. Bila kondisi jalur SSA membahayakan lansia, pemerintah perlu memperhitungkan keselamatan para lansia.

“Kami minta diperhatikan. Jumlah anggota PWJ cukup banyak di daerah itu,” terang dia.

Sementara, Ketua RW14, Kelurahan Depok Jaya, Pancoranmas, Toro Budiarko menjelaskan, belum lama seorang ibu rumah tangga menjadi korban ditabrak mobil. Dari kejadian itu, program SSA kurang cocok diterapkan di ruas Jalan Nusnatara, terlebih Kota Depok salah satu Kota Ramah Lansia dan Ramah Anak.

“Jalur SSA terutama di Depok Jaya banyak lansia, jadi cukup membayahkan dengan kondisi laju kendaraan kencang,” ucapnya.


loading...

Feeds