Penikmat Korupsi di KPUD Kota Depok Diburu

POJOKJABAR.com, DEPOK – Tak puas dengan dari hasil putusan Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) PN Bandung, terhadap Kasus Korupsi ditubuh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Depok, Fajri Asrigita Fadillah. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok, akhirnya mengajukan kasasi.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok, Sufari mengaku, tak sependapat dengan keputusan hakim yang menyatakan kalau Fajri tidak dibebankan untuk mengembalikan kerugian negara akibat perbuatannya.

“Pada putusan Pengadilan Tipikor Bandung, Fajri hanya dituntut hukuman kurungan 1,6 tahun dan denda Rp50 juta, tapi tidak dibebankan untuk mengembalikan kerugian negara,” kata Sufari kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group) usai membuka rangkaian HUT Adhyaksa Kejari Kota Depok di halaman Kantor Kejari Kota Depok, minggu (16/7/17).

Menurut Sufari hal tersebut tidak adil. Pasalnya, dalam kasus korupsi tersebut harus ada kerugian negara yang dinikmati seseorang. Dan walaupun dia tak menikmati, tapi akibat dari perbuatannya seseorang menikmati juga harus bertanggungjawab. “Fajri ini memang tidak terbukti menikmati uang itu, tapi akibat dari perbuatannya negara rugi dan orang lain menikmatinya,” katanya.

Namun, saat ini, kerugian negara yang mencapai Rp817.309.091 pada penyelenggaraan Pilkada Kota Depok tahun 2010 Pengadilan memutuskan tidak membebani kepada siapapun.



loading...

Feeds

U-19

Ingin PERSIB U-19 Lupakan Kekalahan

Tak mau terlarut dalam kekecewaan setelah rekor unbeaten terhenti, Hal tersebut untuk mempersiapkan diri untuk laga penutup fase grup Liga …