Full Day School di Kota Depok Bertahap

FOKUS: Sejumlah siswa dan siswi sedang melakukan kegiatan belajar di SDN Sukamaju Baru 1, Jatijajar, Tapos, Kota Depok, Jumat (16/6). Disdik Kota Depok merencanakan penerapan kebijakan Mendikbud soal sekolah lima hari (full day school) akan diterapkan secara bertahap, karena sejumlah sekolah masih belum siap terkait sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar (KBM). Foto: Ahmad fachry/Radar Depok

FOKUS: Sejumlah siswa dan siswi sedang melakukan kegiatan belajar di SDN Sukamaju Baru 1, Jatijajar, Tapos, Kota Depok, Jumat (16/6). Disdik Kota Depok merencanakan penerapan kebijakan Mendikbud soal sekolah lima hari (full day school) akan diterapkan secara bertahap, karena sejumlah sekolah masih belum siap terkait sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar (KBM). Foto: Ahmad fachry/Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Langkah dan Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy tentang full day school atau sekolah lima hari menuai pro-kontra di kalangan pendidikan di Kota Depok.

Diketahui, sistem kegiatan belajar mengajar yang biasanya berjalan Senin sampai Sabtu, pada tahun ajaran baru nanti akan berubah hanya menjadi Senin hingga Jumat. Namun, jam belajarnya lebih padat, yakni per harinya mencapai 8 jam.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Depok, Mohammad Thamrin mengatakan, pihaknya setuju atas kebijakan tersebut. Karena sejumlah sekolah di Kota Depok telah menerapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) selama lima hari.

“Memang untuk sarana prasarana ruang kelas masih terbatas, siswa dan rombelnya juga banyak,” kata Thamrin kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group).

Tetapi bila itu sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat, menurut Thamrin hal itu harus diikuti. Dia menegaskan, guna memaksimalkan program tersebut Depok sendiri akan menerapkannya secara bertahap. Artinya, sekolah yang sarana prasarananya telah memadai bisa menjalankan kebijakan tersebut.



loading...

Feeds

KEMANDIRIAN: Perempuan nelayan mengikuti pelatihan pendampingan APWI Kabupaten Sukabumi untuk mewujudkan usaha mandiri. FOTO:SUBHAN/RADARSUKABUMI

APWI Kabupaten Sukabumi Gandeng Perbankan

Keseriusan Asosiasi Pendamping Wiraswasta Indonesia (APWI) Kabupaten Sukabumi dalam menciptakan pengusaha mulai tampak. Salah satunya saat ini APWI melakukan pendampingan …
BPJS Kesehatan

Hipertensi Paling Banyak Sedot Anggaran BPJS

Meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan menggelar kegiatan “BPJS Kesehatan …