Komisi C DPRD Kota Depok Pertanyakan Penebangan Pohon di Perbatasan

DITEBANG: Pohon tua yang berlokasi di perbatasan Kota Depok-Jakarta Selatan disoal Anggota Komisi C DPRD Kota Depok. Foto:Irwan/Radar Depok

DITEBANG: Pohon tua yang berlokasi di perbatasan Kota Depok-Jakarta Selatan disoal Anggota Komisi C DPRD Kota Depok. Foto:Irwan/Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Komisi C DPRD Kota Depok mempertanyakan atas penebangan pohon yang berada di kawasan Universitas Indonesia, persis di perbatasan antara Kota Depok dan Jakarta Selatan.

“Dinas terkait perlu memastikan apakah itu masuk wilyah DKI atau Depok ? Karena dari laporan warga di lokasi berdekatan dengan wilayah yang tahun lalu dilakukan pelebaran jalan oleh Bimasda dekat Fly over UI,” ungkap Anggota Komisi C DPRD Kota Depok, Sri Utami, kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Kamis (18/05/2017).

Menurut Politis PKS ini, penembangan pohon yang dilakukan dinilai sangat memprihatinkan. Sebab, di saat kota-kota lain sangat menghargai pohon.

Apalagi, kata dia, di DKI Jakarta dan Kota Depok yang notabenenya sangat polutif, peran pohon sebagai supplier Oksigen. Pohon juga bisa sebagai absorber racun-racun yang terlontar dari polusi gas yang dibuang dari kendaraan.

“Untuk menumbuhkan pohon perlu puluhan tahun menunggu hingga besar. Seingat saya pohon yang ditebang itu ditanam sekitar tahun 1985, saat UI mulai dibangun,” katanya.

Sedangkan, lanjut dia, untuk menghabisi pohon (ditebang) butuh waktu hanya lima menit dengan gergaji mesin.  Maka dari itu,

Jika itu berada di wilayah Kota Depok, perlu diberlakukan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Perlindungan Lingkungan Hidup.

Untuk itu, kata dia, lagi penembangan pohon itu, harus dapat izin dari Walikota atau dinas yang berwenang. Jika ditebang maka harus ada pengganti yang sama nilai dan fungsinya.

“Jika tidak, bisa kena sanksi hukuman kurungan maksimal 3 bulan dan denda maksimal Rp50 juta,” pungkasnya.

(radar depok/irw)



loading...

Feeds