Jelang Ramadan Pedagang Kembang di TPUI Depok Ketiban Durian

Ilustrasi Penjualan Bunga di Makam Mengalami Peningkatan.

Ilustrasi Penjualan Bunga di Makam Mengalami Peningkatan.

POJOKJABAR.com, DEPOK – Jelang Ramadan banyak masyarakat yang mengunjungi Tempat Pemakaman Umum Islam (TPUI), untuk mendoakan sanak saudara yang telah tiada.

Aktiftas rutin tersebut, justru menjadi keutungan bangi pejula kembang. Di TPUI Parung Bingung Kecamatan Pancoranmas misalnya, sehari pedagang kembang mampu menjual 100 kantong.

Salah seorang pedagang kembang TPUI Parung Bingung, Saarif (60) mengatakan, sejak menjelang bulan puasa atau Ramadan, pengunjung TPUI Parung Bingung mengalami peningkatan. Hal itu berdampak langsung terhadap penjualan kembang tujuh rupa yang dia jual kepada pengunjung makam yang ingin berziarah.

“Alhamdulillah, kami mampu menjual 60 kantong plastik kembang tujuh rupa kepada peziarah,” ujar Saarif kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Kamis (18/05/2017). Saarif mejelaskan, peningkatan pengunjung makam biasa terjadi menjelang Ramadan maupun lebaran.

Pada saat momen tersebut, dia mampu menjual 60 kantong plastik kembang dan 24 botol air mawar. Hal itu berbeda dengan hari biasa yang hanya mampu menjual 30 kantong plastik kembang dan tiga hingga lima botol air mawar. Itu pun terjual saat hari Jumat, sedangkan selain hari Jumat jarang sekali pengunjung datang dan membeli kembang.

Saarif mengungkapkan, dia sudah mejual kembang sejak 2012, dan merangkap menjadi juru rawat TPUI Parung Bingung Kecamatan Pancoranmas. Saarif mengaku, dia menjual kembang tujuh rupa dan air mawar sebesar Rp5.000.

Dia bersyukur, jelang Ramadan memberikan keberkahan dengan peningkatan pendapatan penjualan kembang dan air mawar. “Kalau tidak momen Ramadan dan lebaran, saya tidak berani menyediakan kembang yang banyak, takut layu karena tidak terjual,” terang Saarif.

Sementara itu, pedagang kembang musiman TPUI Bumi Putra Kampung Belimbing Kelurahan Depok Kecamatan Pancoranmas, Lia Naraswari (29) menuturkan, sudah tiga hari berjualan kembang dan air mawar di TPUI Bumi Putra. Namun, berjualan pada hari weekand, karena pada hari tersebut banyak masyarakat yang mengunjungi makam.

“Pada Minggu (14/5), saya mampu menjual 100 kantong dan air mawar sebanyak 60 botol,” ucap Lia. Lia mengatakan, peningkatan penjualan kembang tujuh rupa dan air mawar akan terjadi pada hari raya Idul Fitri.

Pada hari raya Idul Fitri tahun lalu, dia mampu menjual sebanyak 600 kantong kembang dan ratusan botol air mawar. Peningkatan pembelian tersebut, selain dari pengunjung makam, pengguna jalan di Jalan Raya Citayam.

“Untuk persediaan kembang kami harus memperhitungkan terlebih dahulu, karena kembang dapat bertahan selama tiga hari,” tutup Lia.

(radar depok/dic)



loading...

Feeds