MUI Bantah Tuduhan Koperasi Pandawa Kota Depok

Koperasi Pandawa Kota Depok. FOTO : Ade / Radar Depok.

Koperasi Pandawa Kota Depok. FOTO : Ade / Radar Depok.

POJOKJABAR.com, DEPOK – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Depok Ahmad Dimyati Badruzaman menegaskan jika ada anggotanya yang meminta-minta kepada korporasi akan diberikan teguran. Bahkan dapat dikeluarkan dari kepengurusan MUI.

Hal ini untuk menjawab tuduhan dari Koperasi Pandawa dan Pandawa Group yang menyatakan ada anggota MUI meminta tunjangan hari raya (THR) sebelum fatwa haram dikeluarkan.

”Setahu saya tidak ada yang minta THR kepada siapa pun, karena minta-minta tercela dalam Islam,” tutur Dimyati saat dihubungi Radar Depok, Minggu (30/10/2016).

Namun, dia tidak makfum ketika ada anggotanya yang diberikan sesuatu dari perusahaan, dan jika anggotanya butuh serta berhak menerimanya.

”Bukannya meminta-minta, itu jelas dilarang di MUI,” terangnya.

Dia menegaskan, jika ada anggotanya yang meminta sesuatu ke Koperasi Pandawa dan Pandawa Group atau korporasi mana pun. Maka, ia akan membuat teguran keras ke mereka.

”Kita akan membuat sanksi berupa teguran. Jika mengulangi lagi, bisa saja dia akan dikeluarkan dari kepengurusan MUI,” ucap Dimyati.

(radar depok/cky)


loading...

Feeds