LPG 3 Kg Tak Tepat Sasaran, Bisnis Haram Gas di Kota Depok Mulai Bermunculan

DIAMANKAN: Dua pelaku pengoplos gas elpiji 3 Kg berisi air, diamankan Satuan Reskrim Polresta Depok, belum lama ini. FOTO : Ferdian / Radar Depok.

DIAMANKAN: Dua pelaku pengoplos gas elpiji 3 Kg berisi air, diamankan Satuan Reskrim Polresta Depok, belum lama ini. FOTO : Ferdian / Radar Depok.

POJOKJABAR.com, DEPOK – Gas oplosan berisi air yang baru-baru ini terjadi, ditengarai karena oknum tidak bertanggungjawab memanfaatkan kelangkaan elpiji 3 Kg.

Lebih jauh lagi, “Si Melon” selama ini masih digunakan oleh orang yang tidak tepat sasaran. Hasil penelusuran awak Radar Depok, banyak pengusaha kuliner yang masih menggunakan elpiji, yang mestinya dipergunkan oleh warga tidak mampu itu.

Padahal menurut Walikota Depok, mereka yang berhak memakai elpiji 3 Kg, hanya orang yang berpenghasilan di bawah Rp1,5 juta.

Salah satunya, Ruwinah (bukan nama asli) (37). Pengusaha makanan yang 1bisa dikatakan masuk dalam skala menengah ini, mengaku sudah empat tahun belakangan menggunakan “Si Melon”. Hal itu dilakukan guna mengurangi pengeluaran.

“Banyak yang memakai gas elpiji (3 Kg). Bukan saya saja,” kilahnya.

Pengusaha kuliner lainnya di daerah Jalan Raya Sawangan, Anto mengaku hal yang sama. Dirinya juga sengaja membeli elpiji 3 Kg untuk mengakali kos belanja. Dirinya bahkan tidak tahu jika ada peraturan pemakai gas 3 kg harus mereka yang berpenghasilan di bawah Rp1,5 juta.

“Iya kalau itu (peraturan pemakai gas bersubsidi) saya kurang tahu,” ujarnya.


loading...

Feeds

Dayung

Ketua PODSI Kabupaten Bekasi Mundur?

Kabar tersebut seolah diamini Ketua PODSI Kabupaten Bekasi yang mengaku saat ini dirinya sudah selesai dalam menjalankan tugas sebagai ketua …