Soal KLA, Walikota Depok Mesti Berkomitmen Kuat

Ilustrasi kota depok.

Ilustrasi kota depok.

POJOKJABAR.com, DEPOK – Ada fakta menarik dan ini mesti menjadi perhatian Kota Depok, khususnya Walikota Depok Mohammad Idris dalam mewujudkan Kota Layak Anak (KLA).

Selasa (11/10/2016), saat pembentukan Media Responsif Gender dan Ramah Anak di Burgundry 11 The Margo Hotel.

Ternyata sejauh ini Depok belum memiliki peraturan walikota (Perwal), serta melakukan pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) di tataran kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurut Guru Besar IPB, Profesor Ikeu Tanziha, memang sejauh ini belum ada kota maupun kabupaten yang benar-benar menjadi Kota Layak Anak.

Depok yang ingin menuju kesana harus benar-benar serius, malah kalau bisa jadi kota pertama yang menjadi KLA. Disini walikota mesti serius dan memang dalam KLA walikota harus memiliki komitmen kuat.

Tak kalah pentingnya juga soal pelatihan KHA. Pelatihan ini dimaksudkan, kata Ikeu agar saat ada kasus bisa ditangani bersama-sama. Bukannya hanya tanggungjawab.

Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (BPMK). Pelatihan bisa dimulai dari kepala organisasi perangkat daerah (OPD), KHA jangan diwakilkan langsung kepala OPDnya, agar mempunyai pemahaman dan persepsi yang sama tentang KHA.

“Walikota mesti punya komitmen kuat dan kepala OPD juga harus mengikuti pelatihan KHA,” katanya kepada Radar Depok.

(radar depok/hmi)


loading...

Feeds