Si Melon Rawan Dioplos

ilusterasi

ilusterasi

POJOKSATU.id,DEPOK – Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Disperindag) Kota Depok, Martinho menilai jika tabung gas elpiji ukuran 3 Kg rentan di selewengkan. Penilaian ini berlandaskan pada disparitas yang tinggi, antara harga gas bersubsidi (3 Kg) dan non subsidi.

Karenanya, lanjut Martinho, pihaknya berjanji bakal memplototi jalur distribusi Si Melon (sebutan tabung elpiji 3 Kg), guna memastikan tidak adanya penyelewengan. Sebab, kata dia, sejak penambahan kuota tabung 3 Kg di tahun ini : mencapai 191.389 tabung, Kota Depok menjadi salah satu wilayah yang patut diwaspadai adanya praktek curang pengoplosan gas.

”Selain pengoplosan, mereka yang kaya dan tidak berhak banyak yang menggunakannya si Melon ini,” kata Martinho kepada Radar Depok, kemarin. Di Depok, kata dia, pengoplosan gas bersubsidi pernah terjadi pada 2010 lalu, di wilayah Pancoranmas. Kejadian ini harus diantisipasi agar tidak kembali, karena sampai kini permintaan tabung 3 Kg -di Depok- masih tinggi. ”Bila ada penyelewengan, masyarakat langsung terkena dampaknya,” jelasnya.

Dikatakan Martinho, disperindag bersama Hiswana Migas dan Bagian Ekonomi Setda Kota Depok, telah memiliki tim monitoring khusus jalur distribusi gas. Bila ada agen maupun pangkalan yang nakal akan langusng disemprit.
Ia melanjutkan, bagi masyarakat yang merasa dirugikan bila ada gas yang beratnya kurang dari ukuran, bisa langsung melaporkan. Disperindag Kota Depok bakal menelusuri asal gas tersebut dan menindak oknum yang bermain. ”Bisa kami cabut izinnya,” terang dia.
Saat ini, diketahui ada sebanyak 422 pangkalan elpiji 3 Kg yang tersebar di Kota Depok. Pangkalan ini, kata Martinho, tidak boleh menjual lebih dari harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan di Depok : sebesar Rp16 ribu.
”Bila ketahuan menjual dengan HET lebih tinggi juga bisa dicabut izinnya,” terangnya.

Kabag Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Depok, Nuraeni mengatakan, sebelumnya kuota elpiji 3 Kg dari sebelumnya 1,4 juta tabung/bulan menjadi 1,5 juta tabung/bulan pada tahun ini. ”Total saat ini sebanyak 1.591.389 tabung 3 Kg disuplai ke Depok tiap bulannya,” terang Ani. Selain itu, tim gabungan Pemkot Depok juga bakal melakukan pengawasan penggunaan gas bersubsidi di restoran yang ada di Depok.

”Mereka (pengusaha restoran) tidak boleh menggunakan elpiji 3 Kg. Gas ini untuk pengusaha mikro dan orang miskin,” tegasnya. Tim gabungan, kata dia, bakal mulai melakukan monitoring usai HUT Kota Depok, 27 April mendatang. Bagi usaha yang omsetnya diatas Rp50 juta, tidak boleh menggunakan Si Melon.
”Memang harus diawasi penggunaan gas bersubsidi ini. Sebab, banyak yang tidak tepat sasaran,” tandasnya.

(ham)

Feeds